Tarian dan Atraksi Budaya Semarakkan HUT Ke-61 Tana Toraja

0
PHOTO-2018-08-31-15-47-17

Tarian dan atraksi menarik yang menampilkan kebudayaan Toraja dihadirkan pada HUT Ke-61 Tana Toraja (Tator) yang dipusatkan dan digelar di Lapangan Sepak Bola Getengan, Kecamatan Mengkendek, Jumat (30/8).

Adapun dengan tema “Budaya Toraya Perekat Bangsa”.

Sumarsono yang hadir mengaku sangat bangga dengan Toraja, baik Kabupaten Toraja Utara maupun Tana Toraja, demikian juga dengan suasana ulang tahun yang ada.

“Ini memberikan suasana yang menggembirakan dengan suasana keIndonesiaan yang luar biasa dari jam 10 saya tidak pernah berhenti kagum dengan budaya Toraja, saya bersyukur,” kata Sumarsono.

Di usia 61 tahun ini, semoga dapat semakin memberikan kemajuan dan kesejateraan bagi rakyat Toraja.

Ia menyampaikan hal-hal yang luar biasa di Toraja. Pertama, tentang budaya Toraja, yang dapat mewakili Sulsel dalam mendukung agenda nasional dalam bidang kepariwisataan.

Kedua, nuansa persatuan dan kesatuan serta Bhinneka Tunggal Ika juga hadir di masyarakat Toraja.

“Kalau melihat Indonesia datanglah ke Tanah Toraja,” sebutnya.

Tokoh agama dan tokoh lainnya juga rukun dan kompak. Ia juga mengapresiasi kinerja Bupati Tana Toraja dan Wakil Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanaye – Victor Datuan Batara dengan menghadirkan nuansa kerakyatan, serta tagline Tator “Jangan Biarkan Rakyatku Bodoh, Jangan Biarkan Rakyatku Sakit, Jangan Biarkan Rakyatku Lapar”.

Bagi Sumarsono kalimat ‘Jangan Biarkan Rakyat Ku Lapar’ mengandung makna bagaimana gerakan berbasis agrikultur dapat merupakan gerakan aktulisasi dari program bidang ekonomi dan pertanian.

“Sementara, untuk kalimat jangan biarkan rakyat ku bodoh dan jangan biarkan rakyat ku sakit, itu adalah bahasa rakyat, sesungguhnya tiga hal inilah yang dibutuhkan oleh rakyat. Jangan biarkan rakyat ku sakit melalui pelayanan publik sektor kesehatan, ketika jangan bodoh itu adalah sektor pendidikan,” ujarnya.

Apabila hal ini bisa diterjemahkan dalam tata pembangunan daerah, maka diyakini Tana Toraja akan meningkat indeks pembangunan manusianya atau kualitas hidup manusianya dan Toraja yang akan sejahtera.

Sementara itu, Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkaye, agar masyarakat Tator tidak membeda-bedakan seseorang, termasuk dari jabatannya.

“Ke depan mari bersama-sama semua, tidak perlu ada penilaian, tidak ada penilian tingkat-tingkatan antara persaudaraan kita,” sebutnya.

Pada kesempatan ini Sumarsono juga memperoleh gelar adat gelar untuk gubernur Todidullu Tekken Untorroi Lolokna Sendana Lalong Dituro Takba Unnisunngi Lotik-lotikna Baranak Toding Lanlilikna Sulawesi Selatan Ambena Tellu Bojjoe Rannunna Appa Pada Pada. Artinya adalah Kebanggaan Sulsel Pelindung Semua Etnis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *