Headline NewsTechTechnology

Telkom Berhasil Luncurkan Satelit Merah Putih dari Florida, Amerika Serikat

PT Telkom Indonesia Tbk berhasil meluncurkan Satelit Merah Putih dari  Cape Canaveral Air Force Station, Florida, Amerika Serikat, Selasa siang, 7 Agustus 2018, sekitar pukul 12:18  WIB.  Jajaran direksi Telkom menyaksikan peluncuran ini, melalui live streaming di Youtube dari  Gedung Telkom, Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018.  Sedangkan Direktur Utama Alex J.Sinaga menyaksikan peluncuran satelit ini, langsung dari Florida.

Peluncuran Satelit Merah Putih ini dibawa dengan roket Falcon 9 menuju  slot orbit di 108 derajat Bujur Timur (108 BT) atau tepat berada diatas selat karimata. Namun, untuk menuju orbit dibutuhkan waktu 11 hari atau persis berada di area orbit pada tanggal 18 Agustus 2018.

Roket pembawa satelit Merah Putih ini terdiri dari 3 komponen, yaitu step 1, step 2, dan fairing, yang saat ini semuanya sudah utuh dalam satu kesatuan bersama satelitnya. Dalam waktu sekitar 2 menit setelah lepas landas, roket bagian 1 dari Falcon 9  lepas sehingga penerbangan kemudian dilanjutkan roket kedua. Secara paralel dalam 8 menit, roket 1 itu akan kembali ke Bumi untuk digunakan dalam peluncuran satelit oleh klien SpaceX yang lain yang bakal membawa Satelit Merah Putih ke area orbit.

“Direncanakan satelit ini baru bisa beroperasi pada 16 September. Setelah sampai di orbit, selama 28 hari kami akan melakukan serangkaian tes untuk menguji satelit untuk menentukan apakah bisa berfungsi dengan benar,” ujar Ricky Kusnandar, Manajer Proyek Satelit Merah Putih di Kantor Telkom, Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018.

Kemudian setelah serangkaian tes tersebut, Ricky mengatakan manufaktur satelit Merah Putih, Space System Loral (SSL) akan melakukan serah terima satelit ke Telkom.

“Kira-kira 15 September akan hand over dari manufaktur satelit ke kami. Kami harapkan kalau semuanya berjalan sesuai dengan yang direncanakan tanggal 16 September kita bisa operasikan,” kata Ricky.Peluncuran Satelit Merah Putih mendapat apresiasi dari Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Melalui pesan video, Rudiantara memberikan selamat untuk Telkom.

“Saya atas nama pemerintah memberikan selamat dan apresiasi atas peluncuran satelit Merah Putih ini karena bermakna sangat strategis bagi Indonesia,” tuturnya. Hal ini tidak lepas dari tingginya kebutuhan Indonesia akan kapasitas satelit.

Oleh sebab itu, Rudiantara kerap mendorong sejumlah penyelenggara satelit, terutama Telkom, selalu mencari jalan baru untuk memenuhi kebutuhan satelit yang kian berkembang saat ini.

“Semoga peluncuran ini menjadi milestone bagi kita dan industri telekomunikasi khususnya untuk senantiasa memenuhi kebutuhan pelanggan, dan Telkom dapat meluncurkan satelit dengan kapasitas dan teknologi baru,” tuturnya.

Satelit Merah Putih atau Telkom-4 akan menggantikan Satelit Telkom 1, yang mengalami anomali pada Agustus 2017 lalu. Anomali yang terjadi pada satelit berusia 18 tahun itu mempengaruhi kinerja sejumlah layanan komunikasi, termasuk gangguan di banyak ATM dan siaran TV. Kala itu, Telkom mengalihkan layanan satelitnya ke perusahaan lain yang juga menyediakan jasa telekomunikasi berbasis satelit.

Satelit Merah Putih  juga difungsikan untuk  memperkuat bisnis telekomunikasi dan satelit Telkom yang dioperasikan terlebih dahulu, yaitu satelit Telkom-2 dan Telkom 3S.

Satelit Merah Putih dibuat oleh  2 perusahaan asal AS, yaitu SSL sebagai perakit satelit, dan SpaceX sebagai penyedia jasa peluncurannya. Pembuatan satelitnya sendiri memakan waktu kurang lebih 2,5 tahun sejak 2016.

Perakitan satelit ini,  memakan biaya US$ 166 juta atau sekitar Rp 2,4 triliun. Untuk ongkos transportasi, SpaceX mematok harga Rp723,7 miliar (US$ 50 juta).

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close