Tiga Putri Binaan Yayasan El John Indonesia Ikut Meriahkan Green Ramadhan 2018 di KLHK

0
WhatsApp Image 2018-05-30 at 09.32.07

Tiga Putri binaan Yayasan El John Indonesia yakni Putri Pariwisata Indonesia 2017 Astari Indah Vernideani, Miss Eco Indonesia 2018 Astira Intan Vernadeina dan Miss Earth Indonesia 2017 Michelle Victoria Alriani ikut memeriahkan acara Green Ramadhan 2018 yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Gedung Wanggala Wanabakti KLHK, Senin, 28 Mei 2018. Green

Dalam acara tersebut,  ketiga wanita cantik dan smart itu diberi tugas oleh KLHK untuk memandu jalannya acara. Acara Green Ramadhan 2018 dihadiri diantaranya oleh Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Bambang Supriyanto,    Duta Lingkungan Hidup Oppie Andaresta, dan Pengamat dari Majalah Kartini Intan Mahalia.

Miss Eco Indonesia 2018 Astira Intan Vernadeina mengaku senang diberi tugas untuk memandu   acara yang menarik dan penuh edukasi itu, apalagi  disaksikan langsung oleh Menteri Siti Nurbay“Senang rasanya bisa membawakan acara Green Ramadhan ini, meski digelar bulan Puasa , saya tetap semangat membawakan acara ini hingga selesai, apalagi diberitakan  Bu Menteri dan Pak Sekjen datang,  itu tambah semangat lagi,” kata Astira kepada tim liputan El John News.

Menurut Astira yang terpenting selama bulan puasa adalah menjaga badan agar tetap energik, agar tugas yang dijalankannya sebagai Miss Eco Indonesia 2018 dapat dikerjakan dengan baik dan sempurna.

“Untuk menjaga kondisi badan tetap sehat dan bertenaga, biasanya saya Makan  yang banyak pas sahur namun tidak berlebihan  agar tetap fit dan tentu tidak lupa untuk  minum vitamin,” ujar Astira.

Dalam  Green Ramadhan 2018 digelar acara demo masak oleh Chef Yulia Zenith (Bubu) dan Chef Surya Caesa. Di demo masak  ini, para chef mengolahnya  dan meracik hasil-hasil hutan menjadi  makanan yang memiliki rasa yang begitu lezat , sesuai dengan tema Green Ramadhan tahun ini yakni “Hutan Sehat, Kuliner Murah”.

Kedua chef menggunakan bahan-bahan baku seperti coklat, madu, lada, kemiri, kayu manis, yang diperoleh dari hutan sosial Indonesia, serta mengolahnya menjadi kue Choco Forest, Choco Nutty Log Cake, yang berbentuk seperti pohon, masakan Silva Pesona dan Sup Hutan Nusantara.

Sebagaimana diketahui, hasil hutan bukan kayu (HHBK) tersebut sangat berpotensi sebagai komoditi ekonomi masyarakat sekitar hutan, selain sebagai sumber pangan. Dengan didukung fasilitasi berupa pendampingan dari pemerintah, dan dukungan pemasaran dari mitra usaha, program Perhutanan Sosial menjadi salah satu peluang yang menjanjikan bagi masyarakat sekitar kawasan.

Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan bahwa hasil hutan Indonesia dapat dijadikan sebagai bahan makanan-makanan yang terjamin kesehatannya dan juga memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Semoga ini menjadi salah satu pilihan dalam rangka mendorong gaya hidup sehat dengan berkuliner murah dari hasil hasil hutan yang pada akhirnya menuju pada ketahanan pangan”. kata Menteri Siti.

Acara Green Ramadhan kali ini cukup menarik banyak perhatian pengunjung yang antusias ingin mengetahui proses pembuatan masakan, serta mencicipi langsung hasilnya.

Sementara Miss Earth Indonesia  2017, Michelle Victoria Alriani. Michelle mengajak masyarakat untuk besama-sama melindungi dan menjaga hutan, karena hutan memiliki banyak manfaat salah satunya kuliner.

“Ternyata hutan itu menghasilkan banyak pangan yang sangat penting untuk kita semua. Jadi itu sekali lagi betapa pentingnya kita menjaga dan melindungi hutan kita”, tuturnya

Hal serupa juga disampaikan Duta Lingkungan Hidup Oppie Andaresta. Oppie,  yang mengaku punya hobi memasak, juga menuturkan kebanggaannya jika dapat memasak dari hasil hutan, sebagai salah satu upaya mendukung hutan tetap lestari.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *