Tindak Lanjuti Hibah Kemendikbudristek, Tim Abdimas ISTN Dampingi Penjual Jamu Gendong Tingkatkan Penghasilan

0
IMG_20220828_162135 (1)

Tim Abdimas Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) telah melaksanakan pelatihan dan pendampingan guna menjawab permasalahan yang dirasakan penjual jamu gendong yang berada dibawah naungan Paguyuban Tresno Asih, Depok, Jawa Barat. Permasalah tersebut mulai  dari belum maksimalnya menjaga kualitas jamu dan masih kurangnya jangkauan pemasaran dari produk jamu tersebut.

Pelatihan dan pendampingan ini merupakan tindak lanjut dari Hibah Kemdikbud Ristek tentang pendanaan Pengabdian pada Masyarakat tahun pelaksanaan 2022 yang mana telah disampaikan melalui surat edaran dengan nomor: 0267/E5/AK.04/2022.

Pencapaian hibah diterima oleh tenaga pendidik dari Fakultas Farmasi dan Fakultas Teknologi Industri yang diketuai oleh: Ika Maruya Kusuma., S.P., M.Si, dengan anggota Taufik Hidayat., ST., M.T dan M. Fadhli Abdillah., ST., MT.

Sesuai permasalahan yang dialami penjual jamu gendong tersebut maka pengabdian masyarakat  mengangkat tema “Menjaga kualitas jamu dengan kalkulator formula jamu dan pengembangan produk lulur scrub serta memperluas pemasaran melalui media sosial bagi penjual jamu gendong di Paguyuban Tresno Asih Depok Jawa Barat”.

Alhasil pelatihan dan pendampingan yang dilakukan Tim Abdimas ISTN berhasil meningkatkan jumlah penghasilan penjual jamu gendong, dengan menjaga kualitas jamu melalui kalkulator jamu yang sesuai dengan formularium pembuatan obat tradisional Indonesia, dan menambah variasi produk yang dijual seperti lulur scrub beras putih, serta memperluas pemasaran produk melalui media sosial.

Tidak sampai disitu Tim Abdimas ISTN akan terus mengembangkan aplikasi kalkulator jamu yang akan memuat bermacam-macam formula jamu yang sesuai dengan ketentuan dan dapat didaftarkan dalam Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

Rektor Institut Sains dan Teknologi Nasional, Dr. apt. Lili Musnelina, M.Si. memberikan apresiasi kepada Tim Abdimas ISTN yang telah membantu penjual jamu gendong dalam menjaga kualitas produk jamunya dan juga memperlebar penjualannya.

“Perguruan Tinggi tidak akan tinggal diam bahwasannya akan selalu mendukung karya Dosen baik Penelitian maupun Pengabdian Masyarakat karena kedua hal tersebut bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi,” kata Lili.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *