Tingginya Harga Tiket Pesawat Turut Sumbang Inflasi Januari 2019
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan tarif angkutan penerbangan menjadi salah satu penyumbang inflasi di bulan Januari 2019, sebesar 0,02%. Hal tersebut diakibat tingginya tiket harga maskapai yang sudah terjadi pada Desember 2018.
Menurut Suhariyanto, kebijakan bagasi berbayar juga turut menyumbang inflasi, namun besaran belum dapat dihitung karena baru maskapai tertentu yang
menerapkan kebijakan tersebut.
“Kenaikan Januari ini unusual (tidak seperti biasa). Bagasi ini akan menaikkan (inflasi), seberapa besar belum bisa menebak. Share untuk bagasi ini,” kata Suhariyanto dalam jumpa pers di kantor BPS, Jumat (1/2/2019).
Meski demikian, secara keseluruhan inflasi di bulan Januari 2019 sebesar 0,32 persen masih tergolong bagus dibandingkan periode sama, yakni Januari 2018 yang angka inflasinya mencapai 0,62 persen.
Apalagi inflasi tahunannya lebih kecil dan hanya sebesar 2,82 persen.
“Tentunya, ini merupakan awal yang bagus dan kita berharap bahwa terget inflasi 3,5 persen plus minus 1 akan tetap terjaga,” imbuhnya.
Suhariyanto menegaskan angkutan udara perlu mendapat perhatian karena pada bulan-bulan tertentu fluktuasinya agak tinggi. Hal ini dinilai bisa menjadi keluhan konsumen, sehingga perlu perhatian lebih kepada sektor transportasi ini.
“Jadi kita akan mendapat bantuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub),” ujar Suhariyanto.
Untuk pencatatan harga tiket pesawat, selama ini BPS mengambil sumber dari internet. Selain itu, BPS juga mengumpulkan data jumlah penumpang, maskapai. dan sebagainya.
