Tingkatkan Fungsi Cash Management, DBS Indonesia Luncurkan DBS Treasury Prism
PT Bank DBS Indonesia (Bank DBS Indonesia) sebuah bank terkemuka di Asia, hari ini secara resmi meresmikan DBS Treasury Prism ( www.treasuryprism.dbs.com ) di Indonesia. Platfrom revolusioner ini – sudah tersedia secara global sejak tahun lalu – adalah alat simulasi perbendaharaan dan cash management online pertama di dunia yang diperuntukkan bagi CFO dan bendahara perusahaan.
Platform ini memampukan pengguna untuk mensimulasikan berbagai solusi bank dan korporasi tanpa biaya, serta kemampuan untuk meninjau peluang potensi maksimal nilai bagi perusahaan.
Tren yang senantiasa berubah membuat tuntutan kebutuhan bendahara korporasi dan manajer keuangan kini tidak lagi dapat dipenuhi oleh produk perbankan standar. Perpaduan proposisi bisnis digital antara perusahaan, penyedia layanan keuangan, dan klien mereka – sebagai unsur terpenting – telah menjadi fundamental.
Dengan berfokus pada transformasi digital, DBS mengadopsi pendekatan ko-kreasi untuk desain produk dan inovasi. Treasury Prism merupakan bentuk komitmen DBS yang berfokus pada pelanggan dan juga perwujudan layanan dalam hal inovasi dan pengembangan produk.
Iwan Rusli selaku Head of Global Transaction Services PT DBS Bank Indonesia mengatakan, “Di DBS, kami secara proakif melihat bagaimana layanan konsultasi digital berkembang bagi pelanggan kami. Platform Treasury Prism DBS memberi lebih banyak kendali kepada pelanggan untuk mengelola likuiditas mereka, perputaran masuk dan asal dana, bagaimana dan kapan, dan itu semua dapat diakses dari manapun di dunia ini. Solusi ini sangat tepat waktu dan bermanfaat bagi pasar Indonesia dengan cepatnya perkembangan internet dan komunitas jaringan, dikombinasikan dengan tantangan rumit yang dihadapi perusahaan.”
DBS telah mewawancarai lebih dari 50 CFO, bendahara perusahaan dan profesional keuangan dalam mengembangkan Treasury Prism, dan menemukan lima area kritis yang dihadapi oleh industri perbendaharaan:
- Terlalu banyak proses persiapan untuk mencapai solusi yang optimal
- Kesulitan dalam memonetisasi atau memperhitungkan solusi yang terukur dari keuntungan dan biaya yang diajukan oleh bank yang berbeda
- Terbatasnya waktu untuk selalu mengikuti informasi dan peraturan baru, perubahan pajak dan kondisi pasar.
- Terlalu banyak usaha diperlukan untuk bekerja dengan para pemegang saham dalam solusi pengelolaan keuangan terbaru.
- Kesulitan dalam penerapan solusi yang baru dan kompleks
DBS Treasury Prism dirancang untuk menyediakan perspektif baru dalam mengoptimalkan cash management. Ini adalah sebuah platform yang dapat dikostumisasi untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, yaitu dengan cara memberikan CFO dan bendahara perusahaan kemampuan untuk melakukan percobaan secara independen terhadap struktur uang dan pengelolaan likuiditas, serta menganalisa kemungkinan keuntungan dan biaya.
Terlepas dari bank mana mereka melakukan kerjasama, perusahaan dapat menggunakan DBS Treasury Prism untuk meninjau peraturan dan perpajakan dimana mereka beroperasi. Melalui platform ini pun mereka bisa menerima insight yang cepat dan kontekstual untuk membantu mereka memahami implikasi bisnis dari masing-masing solusi yang ada.
Raof Latiff selaku Group Head of Digital, Institutional Banking Group and Global Transaction Services Product Management, DBS Bank mengatakan, “Kami berkomitmen untuk mengantarkan solusi digital terbaru dan cepat untuk bendahara perusahaan. Inovasi produk berpusat pada kebutuhan klien. Produk digital baru kini sedang dikembangkan, dan penggunaan standar industri dan API dapat meningkatkan integrasi serta memastikan bahwa pelanggan kami memiliki solusi terbaru dan terbaik yang sesuai dengan bisnis mereka.”
Sejak diluncurkan pada Oktober 2017, DBS Treasury Prism telah menerima berbagai penghargaan termasuk ‘Best Innovation Award’ dari Eurofinance untuk Treasury Excellence, Penghargaan ‘Best New Treasury Management Solution’ CFO Innovation dan ‘Best Solution Innovation Award’ dalam Penghargaan TMI untuk Inovasi dan Keunggulan.