Tingkatkan Pariwisata, Kutai Kertanegara Gandeng Garuda Indonesia
Untuk menunjang kegiatan pariwisatanya, pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menggandeng Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan resmi.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kutai Kartanegara, Sri Wahyuni pada Minggu (18/12), mengatakan kerja sama tersebut direalisasikan melalui penandatanganan MoU di Novotel Balikpapan, pada Sabtu (17/12).
“Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan General Manager Garuda Balikpapan Jooseph Ardian Saul dan dari Pemkab Kutai Kartanegara saya yang mewakili bupati,” ujar Sri Wahyuni.
“Semoga, kerja sama ini menjadi awal yang baik untuk lebih mengenal Kutai Kartanegara sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur maupun di tanah air,” lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama juga dilantik pengurus Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Kutai Kartanegara dan IMA Chapter Samarinda oleh Presiden IMA M Arif Wibowo yang juga Direktur Utama PT Garuda Indonesia.
IMA adalah organisasi profesi yang terbuka dan mandiri, bertujuan meningkatkan kecerdasan dan kesejahteraan bangsa Indonesia melalui pengembangan, pemasyarakatan dan penerapan konsep pemasaran, serta membawa Indonesia ke dunia internasional.
Pemkab Kutai Kartanegara berharap, IMA bisa lebih bersinergi dengan program pemerintah setempat, khususnya sektor pariwisata yang menjadi salah satu pilar pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Sektor pariwisata merupakan sektor multidimensi sehingga keberadaan IMA sangat mengena karena mewadahi para pelaku pemasaran dari berbagai profesi sehingga bisa saling mendukung satu sama lain,” katanya.
Pada 2017 ada empat kegiatan berskala internasional yang akan berlangsung di Kota Raja Tenggarong, Ibu Kota Kabupaten Kutai Kartanegara yakni Borneo Rock’in Fest, Lanjong International Art Festival Erau Adat Kutai dan Internasional Folk Arts Festival dilaksanakan pada Juli serta Kongres Dunia CIOFF ke-47 pada Oktober.
“Sangat tepat kesepahaman yang terbangun tersebut sebagai upaya mendongkrak angka kunjungan wisatawan ke Kaltim khususnya di Kutai Kartanegara, karena pariwisata akan menyentuh banyak sektor seperti hotel, kuliner, kerajinan tangan, transportasi dan jasa lainnya yang sudah pasti ikut menggerakkan perekonomian masyarakat,” lanjut Sri Wahyuni.
