Tinjau Sistem Manajemen Lalu Lintas Berbasis AI, Gubernur Pramono: Jangkauannya Akan Diperluas

0
siaranpers_pemprov_dki-20250611165711_icezlb_683

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melakukan kunjungan ke Gedung Dinas Teknis Abdul Muis di Jakarta Pusat untuk meninjau secara langsung operasional Intelligent Traffic Control System (ITCS), sistem manajemen lalu lintas berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta pada Rabu (11/6/2025). Didampingi oleh Kepala Dishub DKI, Syafrin Liputo, kunjungan ini menjadi salah satu upaya Pemprov untuk memahami secara langsung efektivitas teknologi baru dalam mengurai kemacetan Ibu Kota.

Dalam peninjauan ini, Gubernur Pramono melihat visualisasi real-time kondisi lalu lintas dari berbagai titik di Jakarta melalui layar pemantauan ITCS. Teknologi ini memungkinkan petugas Dishub untuk memantau pergerakan kendaraan, mengenali pelat nomor, hingga mendeteksi pelanggaran secara otomatis melalui sistem Recognition dan Predictive AI yang terintegrasi.

Menurut laporan Dishub, ITCS telah berhasil membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan lalu lintas. Salah satu indikator keberhasilannya adalah penurunan peringkat Jakarta dalam daftar kota termacet dunia menurut TomTom Traffic Index, dari posisi ke-30 menjadi posisi ke-90.

“Ini pencapaian yang luar biasa. Kita melihat perubahan 60 peringkat, artinya sistem ini memberi dampak positif nyata. Namun, kita tidak boleh berpuas diri. Sistem ini masih bisa terus dikembangkan dan diperluas cakupannya,” ujar Gubernur Pramono.

Saat ini, ITCS telah dipasang di 65 titik simpang jalan protokol dari total 321 titik yang ada di Jakarta. Gubernur Pramono menyampaikan bahwa Pemprov DKI akan melakukan penambahan secara bertahap agar sistem ini bisa menjangkau seluruh titik krusial yang berkontribusi terhadap kemacetan.

Lebih lanjut, Gubernur Pramono menyinggung peran berbagai proyek infrastruktur dalam memperparah kondisi lalu lintas. Ia menyoroti proyek penggalian yang lamban dan terbengkalai sebagai salah satu penyebab kemacetan yang masih belum teratasi secara optimal. Untuk itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi.

“Saya sudah minta agar proyek yang tertunda, terutama yang milik Dinas SDA atau Kementerian PUPR, segera ditertibkan dan dipercepat. Kita harus berani melakukan pendekatan lebih aktif kepada kementerian agar proyek-proyek ini tidak berlarut-larut dan mengganggu mobilitas masyarakat,” jelasnya.

Pramono juga menyampaikan komitmennya untuk menjadikan ITCS sebagai fondasi pengelolaan transportasi urban yang adaptif dan berkelanjutan. Salah satu keunggulan ITCS adalah kemampuannya untuk menyesuaikan waktu lampu lalu lintas secara otomatis berdasarkan kondisi lalu lintas terkini, sehingga tidak hanya mengurangi kemacetan, tetapi juga menghemat konsumsi BBM dan mengurangi emisi kendaraan bermotor.

Ke depan, Dishub DKI berencana mengintegrasikan ITCS dengan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) guna memperluas efektivitas penegakan hukum di jalanan. Dengan kombinasi ini, sistem tidak hanya berfungsi sebagai pengendali lalu lintas, tetapi juga menjadi alat pengawasan yang akurat dan responsif.

Teknologi ITCS sendiri merupakan bagian dari kebijakan nasional yang merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan RI No. 76 Tahun 2021, yang mengatur penerapan Sistem Manajemen Transportasi Cerdas (Intelligent Transportation System/ITS) di bidang lalu lintas dan angkutan jalan.

Dengan langkah-langkah konkret dan pendekatan teknologi modern, Jakarta mulai menapaki jalur transformasi menuju kota besar yang mampu mengelola lalu lintasnya secara lebih cerdas, efisien, dan ramah lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *