Tour de Borobudur 2019 Akan Lintasi 6 Destinasi Unggulan Jateng
Tour de Borobudur akan kembali digelar pada Sabtu-Minggu (2-3/10/2019). Lomba balap sepeda yang ke 19 kalinya ini, dipastikan akan berbeda dari lomba sebelumnya.
Perbedaan itu, terlihat dari rute yang lebih fresh dan melintasi enam destinasi wisata unggulan yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Di pilihnya ke enam destinasi ini, untuk menguatkan konsep sport tourism di lomba balap sepeda terbesar di Jawa Tengah itu.
“Jadi sambil mengayuh sepeda, para bikers akan menikmati panorama lokasi-lokasi wisata unggulan Jateng. Untuk itu, rute bersepeda dibagi ke dalam dua etape,” kata Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Jateng Sinoeng R Rachmadi dalam keterangan tertulis, Rabu (30/10/2019).
Sinoeng mengatakan Pada awalnya penyelenggaraan event ini hanya digelar sehari. Peserta bersepeda dari Semarang menuju Candi Borobudur di Magelang. Kemudian format event diubah sejak 2016, dilaksanakan dua hari dengan rute yang selalu berbeda-beda
Sinoeng menjelaskan, Gereja Blenduk Semarang – Alun-Alun Demak – Api Abadi Mrapen – Balaikota Salatiga dan Finish di De Tjolomadoe Karanganyar menjadi etape pertama yang akan dilintasi peserta. Etape pertama itu akan dimulai pada pukul 05.30 WIB dan diikuti 500 peserta.
“Pada etape kedua yang diikuti 1.700 peserta, start dari De Tjolomadoe Karanganyar – Kompleks Candi Prambanan, dan finish di Kompleks Candi Borobudur.”
Total panjang lintasan dari etape pertama dan kedua mencapai sekitar 265 kilometer. Pihak penyelenggara menyiapkan s 3.500 personil kepolisian yang akan tersebar di beberapa lokasi yang dilewati peserta.
Kepala Bagian Pembinaan Operasional Biro Operasi Polda Jateng AKBP Artanto menjelaskan ada titik-titik yang menjadi fokus pengamanan, seperti Grobogan dan Demak.
“Disiapkan 3.500 personel gabungan dari Polda dan Polres. Kami minta kepada masyarakat untuk memberikan ruang bagi para peserta tur saat melintas. Beri mereka support,” ujarnya.
Diketahui, Tour de Borobudur kali ini mengusung konsep go green untuk mengurangi penggunaan sampah plastik. Panitia TDB menyediakan spot pengambilan minum (water station) di setiap titik pemberhentian. Dengan begitu, kegiatan yang dilaksanakan bebas dari sampah sembari tetap menikmati alam Jawa Tengah.
