Tradisi Grebek Sudiro, Akulturasi Jawa dan Tionghoa
Salah satu kelurahan di Surakarta, Jawa Tengah memiliki tradisi tahunan yang unik untuk sambut Tahun Baru Imlek. Tradisi Grebek Sudiro, merupakan akulturasi budaya antara Tionghoa dan Jawa. Grebek sudiro begitulah ajang yang kerap di gelar setiap tahun menjelang hari raya imlek di kelurahan Sudora Prajan Kecamatan Jebres.
Ratusan orang tampil dalam kirab budaya dan berbagi-bagi kue keranjang meski gerimis sempat mengguyur tidak menyurutkan niat masyarakat dari berbagai kalangan untuk larut dalam kemeriahan ini.
“Kirab ini diikuti 2.000 peserta dari 62 kelompok. Terdiri dari berbagai RW di Kelurahan Sudiroprajan serta dari kelurahan-kelurahan lainnya,” kata Ketua Panitia Grebek Sudiro Arga Dwi Setyawan di sela kegiatan kemarin.
Gerebeg Sudiro ajang ini merupakan akulturasi budaya jawa dan tionghoa yang kerap di lakukan setiap tahun menjelang hari raya imlek di kelurahan sudiro prajan, jebres surakarta. Selain menyediakan kue kerajang dalam wadah jodang grebeg sudiro.
Tak tanggung-tanggung 1 ton kue keranjang dibagikan kepada warga acara tahun yang lakukan berapa pekan lalu ini di awali dengan mengirap gunungan kue kerajang mengelilingi kawasan pasar gede harjonagoro, kirab budaya atau karnaval ini menampilkan beragam suguhan seni budaya yang menggambarkan keanekaragaman budaya di kawasan kelurahan sudiro praja etnis jawa dan etnis tionghoa mendominasi penduduk di kelurahan sudiro prajan
“seorang pengunjung kirab sudiro mengungkapkan kalo kita mendapatkan kue keranjang kita akan berkah” ungkap pengunjung Wulandari
Dikawasana sudiro prajan ada pasar Gedhe yang sudah berumur 87th pasar tradisional Gedhe ini tidak hanya menjadi aset ekonomi namun juga faktor pembawa angin akulturasi selain itu juga ada kelenteng
