Transportasi Publik Kian Lengkap, Gubernur Pramono dan Walikota Tri Adhianto Luncurkan Bus Bekasi–Dukuh Atas
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Pemerintah Kota Bekasi resmi meluncurkan layanan baru TransJabodetabek rute B25 jurusan Bekasi–Dukuh Atas, yang diharapkan menjadi solusi transportasi modern, terjangkau, dan ramah lingkungan bagi masyarakat.
Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono di Halte Galunggung, Setiabudi, Jakarta Selatan. Keduanya menegaskan pentingnya kerja sama lintas wilayah dalam menjawab tantangan urbanisasi, kemacetan, dan polusi udara di kawasan Jabodetabek.
Rute B25 ini menjadi penghubung strategis antara pusat Kota Jakarta dan kawasan pemukiman padat serta area bisnis yang berkembang di Kota Bekasi. Dengan menyediakan akses langsung ke pusat aktivitas seperti Dukuh Atas, rute ini memberi kemudahan mobilitas harian bagi para pekerja dan warga Bekasi yang beraktivitas di Ibu Kota.
Gubernur Pramono Anung menyampaikan, hadirnya layanan ini adalah bentuk nyata dari komitmen pemerintah dalam memperluas konektivitas antardaerah sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.
“Dengan adanya rute ini, masyarakat punya alternatif yang lebih aman, nyaman, dan hemat biaya. Harapannya, ini bisa menurunkan angka kemacetan serta mengurangi emisi dari kendaraan pribadi,” ucapnya.

Sebanyak 15 armada bus disiapkan untuk melayani rute ini. Waktu tunggu antarbus (headway) disesuaikan dengan kondisi lalu lintas: 10 menit saat jam sibuk dan 20 menit di luar jam sibuk.
Rute B25 melayani 29 titik pemberhentian, terdiri atas 18 halte di Jakarta dan 11 di Bekasi. Untuk menarik minat masyarakat, tarif pun dibuat terjangkau: Rp2.000 untuk keberangkatan pagi (05.00–07.00 WIB) dan Rp3.500 untuk keberangkatan antara pukul 07.00–22.00 WIB.
Bandingkan dengan biaya tol kendaraan pribadi yang mencapai Rp24.000 sekali jalan, layanan ini jelas menawarkan efisiensi pengeluaran yang signifikan, terutama bagi pekerja harian.
Waktu tempuh pun sudah diperhitungkan secara rinci. Pada jam sibuk pagi, perjalanan diperkirakan memakan waktu sekitar 100 menit, sementara jam sibuk sore sekitar 95 menit, dan saat lalu lintas lancar bisa lebih cepat, yaitu sekitar 82,5 menit.
Pemprov DKI Jakarta terus mendorong integrasi antarmoda transportasi melalui pengembangan sistem seperti Transjakarta, MRT, dan LRT, serta sistem pembayaran terintegrasi JakLingko.
“Kami ingin seluruh moda transportasi yang tersedia inklusif, terjangkau, dan berkelanjutan. Konektivitas antarmoda kita sudah cukup tinggi, tapi perlu terus dimaksimalkan agar semakin banyak warga beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum,” jelas Pramono.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, menyambut baik hadirnya layanan ini. Menurutnya, TransJabodetabek B25 akan sangat membantu warga Bekasi yang selama ini bergantung pada kendaraan pribadi untuk bekerja di Jakarta.
“Ini adalah terobosan luar biasa. Akses transportasi yang baik akan membuat masyarakat lebih mudah bergerak, hemat waktu, dan hemat biaya. Saya berterima kasih kepada Pemprov DKI atas kolaborasi ini,” ungkapnya.
Tri juga mengajak warga Bekasi untuk mulai membiasakan diri menggunakan transportasi publik demi kenyamanan jangka panjang dan kehidupan kota yang lebih sehat.
