Untuk Jaga Ketahanan Pangan, HKTI Dorong Masyarakat Gencar Tanam Pangan Lokal
Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mendorong masyarakat untuk menggencarkan menanam pangan-pangan lokal. Hal tersebut disampaikan Ketua HKTI Moerldoko saat diwawancarai CEO EL JOHN Media Martinus Johnnie Sugiarto di Kantor Staf Presiden, kompleks Istana Negara, Jakarta, Jumat (24/7/2020). Wawancara ini juga ditayangkan di EL JOHN TV dan EL JOHN Radio.
Moeldoko yang juga Kepala Staf Presiden ini menjelaskan, pangan lokal menjadi salah satu unsur untuk menguatkan ketahanan pangan nasional. Sagu misalnya, yang dapat diolah menjadi sumber makanan utama.
“Sagu luar biasa enaknya. Hasilnya bisa untuk mie, macam-macam. Turunannya banyak sekali. Berikutnya sekarang di Jawa Timur sedang mengembangkan yang namanya porang yah, porang ini sangat bagus untuk pengganti gluten yah, super mie itu kan pakai gluten yah. Nah itu ada pengaruhnya, ini sangat disenangi oleh orang Jepang dan China,” terang Moeldoko.
Selain pangan lokal, menurut Moeldoko, masyarakat juga diharapkan dapat mengembangkan produk hewani. Produk hewani yang mudah dikembangkan adalah telur ayam. Untuk menghasilkan telurnya pun tidak terbilang berat, cukup dengan memelihara ayam.
Tak hanya itu, Moeldoko juga mengajak masyarakat dapat menanam yang kaya manfaatnya untuk menjad sumber makanan, seperti sayur mayur.
“Berikutnya menanam tanaman yang ada di rumah. Rumah saya itu tanam lombok, sayur mayur juga kita tanam. Sehingga kita tidak perlu lagi membeli yang seperti itu. Itu sehat, organiknya terjaga dengan baik. Meskinya dalam kondisi lingkungan tanah, lingkungan cuaca yang serba melimpah yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa kita harus syukuri,” ungkap Panglima TNI masa jabatan 20 Mei 2013 – 30 Agustus 2013 ini.
Moeldoko menegaskan upaya-upaya itulah yang kini sedang didorong HKTI bersama Pemerintah untuk kesejahteraan petani dan juga untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
“Kenapa kita masih ada yang miskin, kenapa kita masih kekurangan makan, maka itu HKTI akan bekerja untuk itu bersama pemerintah dan komponen bangsa jua, mari tidak ada yang tidak bisa, harus bisa. Doktrin saya kepada para petani di daerah-daearh, kalian harus kaya, kalian harus bosan dengan kemiskinan,” tutup Moeldoko.