Versi Bank Dunia, Tahun ini Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bisa Tembus 5,3 Persen

0
ilustrasi-IHSG-140526-2-andri

Bank Dunia mengeluarkan laporan triwulan  mengenai perekonomian Indonesia bertajuk Indonesia Economic Quarterly edisi Maret 2018, Selasa, 27 Maret 2018. Dalam laporan itu, Bank Dunia memproyeksikan ada peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia dari di tiga tahun belakangan ini.

Untuk tahun 2018 pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan mencapai 5,3 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2017 hanya mencapai 5,1 persen dan 5 persen di tahun 2016.

Country Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Rodrigo Chaves mengatakanperkiraan terdekat yang bisa dicapai Indonesia dalam kondisi perekonomian global yang saat ini sedang mengalami pemulihan.

“Pertumbuhan di atas lima persen ini sudah termasuk tiga besar di antara negara-negara G20, tapi masih ada kesempatan untuk improve, karena pertumbuhan ekonomi potensial Indonesia bisa mencapai 5,6 persen,” kata Chaves

Meski ada peningkatan namun masih ada beberapa resiko yang dihadapi Indonesia, resiko itu diantaranya semakin melambatnya pertumbuhan konsumsi sektor swasta.

“Ini termasuk perdagangan global yang lebih lambat, sementara di tingkat domestik semakin melambatnya pertumbuhan konsumsi sektor swasta yang menjadi sumber lebih dari separuh PDB negara,” ujar Chaves.

Chaves menyarankan agar  Indonesia mempercepat laju investasi. Namun perlu dicatat investasi yang digenjot itu adalah investasi di luar sektor pertambangan.  Untuk menarik lebih banyak lagi investor, Indonesia harus berani menggabungkan kombinasi kebijakan, sehingga membuka perekonomian.

Selain itu, kualitas kebijakan fiskal harus ditingkatkan untuk mempercepat pembangunan dan mendorong kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan penerimaan pajak serta penyerapan belanja yang lebih efisien untuk infrastruktur dan sumber daya manusia.

Laporan perekonomian kali ini memberi fokus pada pentingnya negara untuk mengumpulkan lebih banyak pendapatan dan membelanjakannya dengan lebih baik guna mendukung pertumbuhan inklusif. Selama 15 tahun terakhir, kebijakan fiskal telah berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan menjaga stabilitas makroekonomi.

Namun, kebijakan fiskal bisa memainkan peran lebih besar untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif. Indonesia bisa mengurangi ketimpangan dengan meningkatkan jumlah dan efisiensi pengeluaran yang bermanfaat bagi 60 persen bagian terbawah keluarga Indonesia. (Sumber Kompas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *