Viral Lewat Tarian di Atas Perahu, Dika Dinobatkan Sebagai Duta Pariwisata Riau

0
17519402591000222429

Pagi yang cerah di halaman Kantor Gubernur Riau, Selasa (8/7/2025), menjadi momen tak terlupakan bagi seorang bocah asal Riau, Rayyan Arkan Dikha. Dengan senyum malu-malu namun penuh bangga, Dika, sapaan akrabnya—melangkah pasti untuk menerima penghargaan dari Gubernur Riau, Abdul Wahid.

Dalam suasana yang penuh haru dan kebanggaan, Dika secara resmi dinobatkan sebagai Duta Pariwisata Riau, sebuah gelar prestisius yang diberikan atas kontribusinya dalam mempopulerkan budaya Pacu Jalur hingga menembus perhatian internasional. Tak tanggung-tanggung, penampilannya yang viral saat menari di atas perahu panjang tradisional telah membuat dunia maya terpukau.

Bukan tugas mudah bagi seorang anak untuk menjadi “Anak Coki”—penari yang berdiri di ujung perahu Pacu Jalur. Tapi bagi Dika, ini adalah wujud kecintaan terhadap budaya. Di usia yang baru menginjak 11 tahun, ia telah tampil memikat sebagai penari utama yang menarik perhatian publik, berdiri tegak dan menari mengikuti irama alat musik dan teriakan penyemangat, sembari menjaga keseimbangan di atas perahu panjang yang melaju cepat di Sungai Kuantan.

“Yang paling sulit itu menjaga keseimbangan. Saya belajar semuanya sendiri, dari melihat yang lain, terus latihan diam-diam,” ujar Dika dengan polos.

Dika telah menjadi Anak Coki sejak usia 9 tahun, sebuah perjalanan yang dimulai dari semangat dan keberanian tampil di arena Pacu Jalur di kampung halamannya. Siapa sangka, aksi itu akan membawanya ke panggung yang lebih besar, hingga akhirnya bertemu langsung dengan Gubernur.

Video Dika yang menari di atas perahu Pacu Jalur pertama kali viral beberapa bulan lalu. Keunikan gerakan, kelincahan tubuh, serta ekspresi wajah yang penuh semangat berhasil menarik perhatian warganet. Dari situlah, undangan dari Pemerintah Provinsi Riau pun datang.

Gubernur Abdul Wahid menyambut Dika secara khusus di kantor gubernur dan menyatakan bahwa sosok Dika merupakan cerminan generasi muda Riau yang peduli dan bangga terhadap budaya sendiri.

“Kita bangga, budaya Pacu Jalur dikenal luas, dan itu berkat dedikasi anak-anak seperti Dika. Budaya bukan hanya milik masa lalu, tapi juga masa depan,” kata Gubernur Wahid.

Sebagai bentuk apresiasi, Dika menerima penghargaan sebagai Duta Pariwisata Riau serta diberikan beasiswa pendidikan untuk mendukung masa depannya.

Meski kini terkenal, Dika tetap sederhana dan penuh semangat. Saat ditanya soal cita-cita, jawabannya membuat orang-orang tersenyum: “Saya ingin terus menari Pacu Jalur, tapi saya juga ingin jadi tentara, atau kalau bisa, jadi Gubernur!” ujarnya, disambut gelak tawa ringan para pejabat yang hadir.

Semangat dan konsistensinya menjadi contoh bagi banyak anak di Riau bahwa mencintai budaya bisa menjadi jalan menuju masa depan yang lebih cerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *