Wakil Ketua MTI : Kereta Api Bandara Tolak Ukur Keseriusan Pemerintah Urus Transportasi

0
KERETA

Pembangunan kereta bandara gencar dilakukan di era Presiden Joko Widodo (Jokowi). Contohnya, kereta bandara Adi Soemarmo yang proyeknya baru saja diresmikan. Selain itu, Kereta Bandara Internasional Minangkabau dan Kereta Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang akan diluncurkan tahun ini.

Menurut Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, Indonesia bisa dianggap terlambat dalam urusan membangun kereta bandara. Jika mengandalkan transportasi jalan saja, maka bisa menggangu mobilitas penumpang terjadi gangguan.

“Kita itu sudah bisa dibilang terlambat untuk perkara membangun kereta bandara. Coba saja lihat pengalaman Bandara Cengkareng, dulu pemerintah cuma bangun akses jalan tol saja, akibatnya ketika macet atau gangguan lain ya enggak bisa ngapa-ngapain. Karena menumpuk semua di jalan tol,” kata Djoko kepada wartawan, Sabtu (8/4).

Meski begitu, dengan pesatnya pertumbuhan industri maskapai penerbangan, dilengkapinya bandara dengan akses kereta menjadi indikator kondisi transportasi suatu negara. Saat ini, baru Bandara Kualanamu di Kabupaten Deli Serdang yang sudah mengoperasikan kereta bandara.

“Itu kan juga ukuran transportasi negara. Karena dengan adanya kereta bandara itu kan artinya banyak alternatif transportasi,” pungkas Djoko.

Selain itu, menurut Djoko, volume penumpang yang masih sedikit jangan menjadi alasan kereta bandara kemudian tidak dibangun. Apalagi jika statusnya bandara internasional, karena dalam beberapa tahun ke depan akan mengalami lonjakan penumpang.

“(Bandara) Adi Soemarmo itu kan bisa dibilang masih sepi, tapi ke depan bakal ramai, apalagi ada akses kereta juga ke Yogyakarta. Tapi selain itu, pembangunan kereta bandara juga harus didorong penuh sama Pemda-nya,” jelas Djoko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *