Warga Singapore akan Banjiri Palembang untuk Menonton Konser Westlife
Setelah 7 tahun istirahat, Boyband asal Irlandia, Westlife akhirnya kembali hadir dengan tur terbarunya yang akan berjalan mulai tahun ini. Dalam rangka merayakan 20 tahun karir musiknya, Westlife akan hadir dengan tajuk konser “WESTLIFE The Twenty Tour 2019”.
Konser Westlife ini akan menjadi konser reuni pertama mereka sejak penampilan konser terakhirnya di Croke Park Dublin, Irlandia pada 23 Juni 2012 silam. Sementara di Indonesia, konser ini akan menjadi pertunjukan ketiga setelah tanggal 6-7 Agustus 2019 dihelat di Jakarta. Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, akan menjadi saksi mata atas penampilan grup musik fenomenal ini pada Minggu, 18 Agustus 2019.
Westlife adalah grup vokal pop Irlandia, yang dibentuk pada tahun 1998 di Dublin. Grup ini mulai terkenal dengan album studio self-titled debut internasional mereka, Westlife (1999). Diikuti oleh Coast to Coast (2000), World Of Our own (2001), Unbreakable – The Greatest Hits Vol. 1 (2002) dan Turnaround (2003) yang melanjutkan kesuksesan grup di seluruh dunia.
Presiden Direktur Neutron Live Asia, Rendy menjelaskan, pihaknya berinisiatif memboyong Westlife untuk konser di Palembang pada 18 Agustus 2019 mendatang karena grup musik ini sangat fenomenal.
Selain itu juga bersatunya kembali Westlife merupakan penanda 20 tahun grup musik itu berkarya di belantika musik internasional dan menjadi momen yang sangat dinantikan para penggemar Westlife di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
“Sebagai grup musik yang fenomenal, reuninya Westlife akan menjadi momen langka yang perlu kami suguhkan kepada masyarakat di Sumatera dan Palembang khususnya,” ujar Rendy.
Selain itu, pihaknya ingin melanjutkan tradisi menghadirkan suguhan musik internasional yang berkelas di Palembang, setelah beberapa kali artis internasional tampil di Palembang seperti MLTR, Shane Filan dan Boyzlife yang mendapat sambutan hangat masyarakat Palembang.
Menurutnya, pemilihan kota Palembang sebagai salah satu tempat konser di Indonesia lantaran kota pempek memiliki infrastruktur bertaraf internasional dan banyaknya penggemar westlife.
Disamping itu, konser ini juga menyedot banyak wisatawan mancanegara, terutama negara-negara tetangga khususnya Singapore. Mereka sangat antusias sekali untuk membeli tiket. Ini juga menjadi suatu keuntungan bagi Indonesia dalam menjaring jumlah wisman ke Indonesia dan menambah perekonomian masyarakat sekitar.
Jika kondisi ini dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah tidak menutup kemungkinan, bukan hanya warga Singapore saja yang menyerbu Palembang namun negara lain juga ikut membanjiri Palembang.
“Kalau di Jawa kan sudah mainstream, nah kalau di Sumatera kan masih jarang konser internasional. Target kita untuk jumlah penonton 20 ribu tiket,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mengatakan, hadirnya konser Westlife di Palembang membuat nama Sumsel kembali dikenal.
Selain itu, banyak dari kota-kota di Indonesia maupun dari negara lain yang memburu tiket konser Westlife. “Artinya kan kita bukan merasa berhasil di penyelenggaraannya karena tiketnya laku tapi semua juga terdampak kepada hotelnya, rumah makan, semua juga terdampak,” jelasnya.
Ia menambahkan, agar semua peraturan harus tetap ditaati agar konser ini tetap aman, nyaman bagi penyelenggara, pemusiknya serta penontonnya termasuk juga bagi yang ketempatannya dalam ini JSC. “Jangan sampai fasilitas yang ada sampai rusak,” tutupnya.
Panitia Penyelenggara, Rahmat Subekti mengatakan, pihaknya menyediakan 20 ribu tiket. Sekitar 4.000 tiket diantaranya sudah laku terjual. Pihaknya optimis jumlah ini akan makin bertambah menjelang hari H konser.
“Mayoritas yang pesan dan beli tiket berasal dari Singapore. Ada pula Jakarta, Tanggerang dan kota-kota lainnya di Indonesia,” ungkapnya
Harga tiket untuk konser Westlife di Palembang lebih murah dibanding di Jakarta, Kuala Lumpur, dan Singapura. Tiket dibagi menjadi empat kelas: silver (Rp500 ribu), gold (Rp950 ribu), platinum (Rp1,45 juta), dan VVIP (1,95 juta).
