Headline News

Waspada! Gelombang Masih Tinggi, Jangan Mandi di Pantai Selatan

Gelombang pasang di pantai selatan wilayah Kulonprogo masih tinggi. Pengunjung pantai di wilayah Kulonprogo masih dilarang mandi di pantai untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan.

Anggota Tim Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo, Hendratmo mengatakan pihaknya masih memasang garis polisi di beberapa titik pantai sebagai bentuk larangan bagi pengunjung yang mau mandi di pantai. Hal tersebut dilakukan karena masih terlihat banyaknya pengunjung yang datang ke pantai.

“Walau pengamatan kami tinggi gelombang sedikit menurun jika dibanding hari-hari sebelumnya, tapi sebagai antisipasi kami masih memasang garis polisi,” jelas Hendratmo pada Jumat (14/6/2019).

Pihaknya masih melakukan patroli dan menempati pos pemantauan. Ia mengatakan, sampai saat ini pengunjung diimbau agar tidak mandi di laut karena gelombang yang masih tinggi.

Tidak hanya sebagai antisipasi pada tingginya gelombang sepekan ini, pada musim libur Lebaran ini pihaknya juga mendapati kejadian sengatan ubur-ubur yang membahayakan pengunjung. Menurutnya, berdasarkan perkiraan Badan Meteoropogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gelombang tinggi di pantai selatan masih terjadi sampai 16 Juni nanti.

Sebelumnya, tingginya gelombang membuat rumah warga, kolam renang wisata, sebuah warung dan tempat penangkaran penyu di Pantai Trisik rusak karena tersapu ombak pada Rabu (12/6/2019). Tingginya gelombang juga sempat menyeret dua orang wisatawan di Pantai Glagah pada waktu yang sama. Kedua korban atas nama Ratih Prihatini, 18 tahun dan Vika Rahmawati, 12 tahun berhasil selamat namun mengalami luka-luka.

“Berdasarkan informasi BMKG, ketinggian ombak di laut selatan DIY mengalami peningkatan sampai tanggal 16 Juni nanti dengan rata-rata tinggi 3,5 sampai 4 meter,” tutur Koordinator SRI Wilayah V Kulonprogo Aris Widiatmoko.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close