Wisata Edukasi, Mengenal Budidaya Jamur Tiram di Garut

0
8

Kawasan wisata ramah lingkungan di Garut, Jawa Barat mengenalkan berbagai jenis bibit tanaman budidaya khususnya jamur tiram. Para pengunjung yang datang pun akan diberikan edukasi mengenai proses awal hingga akhir budidaya jamur tiram.

Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) adalah jamur pangan dari kelompok Basidiomycota dan termasuk kelas Homobasidiomycetes dengan ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung.  Jamur tiram masih satu kerabat dengan Pleurotus eryngii dan sering dikenal dengan sebutan King Oyster Mushroom.

Berada di perbatasan Garut dan Kabupaten Bandung Jawa Barat lokasi sentra wisata kamojang ini bisa menjadi salah satu alternatif liburan edukatif bagi masyarakat garut maupun di luar garut, lokasi yang di dirikan sejak 10 tahun silam merupakan wisata ramah lingkungan dimana warga sekitar sangat peduli akan alam yang senantiasa terus terjaga.

Di lokasi ini pun berbagai jenis bibit tanaman di tanam oleh sejumlah kelompok, salah satu tanaman yang menjadi primadona pengunjung yakni budidaya jamur tiram para pengunjung yang datang ingin lebnih mengenal proses budidaya jamur tiram secara lebih mendalam para pengunjung yang datang ke lokasi ini di pastikan diberikan edukasi proses awal hingga akhir budidaya jamur tiram.

Pengelola Jamur Tiram Yuniar mengatakan, proses budidaya jamur ini melibatkan kelompok sekitar dengan tujuan untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi warga.

“ yang di libatkan di sini adalah sebagian besar warga sekitar karena untuk membantu perekonomian mereka , dan mereka juga kita bina” Ujar Yuniar

Yuniar menambahkan, selain sebagai tempat edukasi wisata kita juga memberikan arahan dan binaan kepada pengunjung yang datang ke sini bagai mana cara budidaya jamur tiram selain itu pengunjung depan mendapatkan pembelajaran maupun oleh-oleh jamur tersebut.

“selain diberikan edukasi seputar jamur tiram pengunjung juga di perbolehkan untuk memetik sendiri hasil benih yang di kelola oleh masyarakat” pungkas Yuniar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *