WNI di Wuhan Dipastikan Dalam Kondisi Baik, PPITW Minta Media Objektif

0
gonews_y8scw_81922

Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok cabang Wuhan (PPITW) memastikan pelajar Indonesia maupun warga negara Indonesia (WNI) di Wuhan, China dalam kondisi baik. Kepastian ini ditegaskan,  untuk  menepis banyaknya  berita yang simpang siur soal kondisi WNI  di Wuhan,  yang kini sedang dilanda virus corona.

Selain itu, ketersediaan logistik juga tercukupi, karena itu,  tidak benar ada berita yang menyebut WNI di Wuhan kekurangan logistik. Jika kekurangan, PPITW  memiliki dana untuk membantu para WNI.

“Dengan sejujurnya saya menyatakan bahwa kondisi kami di Wuhan baik-baik saja. Semua mahasiswa dalam keadaan sehat. Ketersediaan bahan pangan tercukupi. Kalaupun menipis, masih ada supermarket yang buka. Seandainya pun kekurangan dana, kami masih memiliki dana di PPITW yang bisa digunakan untuk berbelanja,” kata bunyi siaran pers dari PPITW yang ditandatangani Nur Musyafak sebagai Ketua PPITW dan  Rifqa Gusmida sebagai sekretaris.

Menurutnya,  berita yang tidak diketahui kebenarannya itu, justru membuat WNI  menjadi panik padahal dengan kepanikan justru dapat memperuncing masalah, pasalnya Wuhan kini sedang menjadi sorotan dunia akibat tersebarnya virus tersebut.

“Berita-berita yang tidak benar tersebut membuat kami sedikit stress dan panik. Padahal sudah berkali-kali diingatkan untuk tidak panik. Baik dari otoritas kampus, pemerintah China, bahkan KBRI sendiri pun juga menyarankan untuk tetap tenang dan tidak panik,’” demikian bunyi release tersebut.

Salah satu berita yang sangat disayangkan beredar,  adalah tentang mahasiswa asal Jawa Timur yang terjebak di Wuhan dalam kondisi logistik menipis. Tentu saja berita ini mengagetkan orang. Bahkan Ibu Gubernur Jawa Timur pun ikut mengklarifikasi. Ternyata sumber berita bukan dari rekan Jawa Timur yang berada di Wuhan, tetapi dari sumber lain. Dan berita tersebut pun sudah diklarifikasi dan diubah.

PPITW meminta semua pihak untuk memberitakan dengan sebenar-benarnya tentang Wuhan. Jangan  sampai hanya untuk  mengangkat medianya, berita tentang Wuhan maupun WNI disana diputar balik

“Kami memohon dukungan dan doa dari semua pembaca Seword, dan seluruh warga Indonesia. Dukunglah kami dengan tidak membuat berita yang tidak sesuai dengan kenyataan. Dukunglah kami dengan menggunakan kata-kata yang sesuai dengan keadaan kami, bukan dengan kata-kata yang bombastis demi meraih rating. Kami bukan objek rating. Kami masih manusia. Kami masih warganegara Indonesia. Kami semua masih saudara, sahabat, anak, dari Anda semua,” lanjut isi release ini.

Dalam release ini menyebutkan, data per 24 Januari jumlah Jumlah Mahasiwa dan WNI di Wuhan 93 orang, tidak ada laporan WNI di kota Wuhan yang terjangkit virus Corona. Semua mahasiswa rata-rata tinggal di asrama dan selalu dalam pantauan kampus. Hampir seluruh kampus di Wuhan melakukan tindakan pencegahan dengan memberikan masker, sabun cair dan thermometer gratis kepada tiap mahasiswa.

PPIT Wuhan selalu berkoordinasi dengan KBRI Beijing, Direktorat Perlindungan WNI dan BHI dan telah bergabung dengan group wechat untuk mempermudah komunikasi dan konsultasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *