Yayasan Kebun Raya Indonesia Selenggarakan FGD ‘Pengelolaan Kebun Raya yang Modern dan Berkelanjutan’

0
WhatsApp Image 2018-02-28 at 12.45.35

Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) dan Harian Kompas kembali bekerja sama dalam mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas mengenai ‘Pengelolaan Kebun Raya yang Modern dan Berkelanjutan’ yang berlokasi di JS Luwansa Hotel Jakarta, Jakarta, pada Selasa (27/2).

Diskusi yang merupakan bagian dari rangkaian Gerakan Jaga Bhumi ini bertujuan untuk menggali lebih dalam opini-opini membangun terkait pengelolaan Kebun Raya di Indonesia.

Acara ini berjalan cukup menarik dengan masing-masing narasumber memberikan pemikiran-pemikiran hebatnya terkait Pengelolaan Kebun Raya yang Modern dan Berkelanjutan. Para narasumber yang dihadirkan yaitu, Peneliti Senior Pusat Konservasi Tumbuhan KRB, Djoko Ridho Witono, General Manager of Corporate Affairs & Sustainability The Body Shop Indonesia, Rika Anggraini, Wakil Bendahara Yayasan Kebun Raya Indonesia, Karen Tambayong dan Bupati Boyolali, Seno Samodro.

Para Narasumber dalam FGD ‘Pengelolaan Kebun Raya yang Modern dan Berkelanjutan’

Sementara itu sebelum FGD resmi dimulai dalam kesempatannya memberi sambutan, Wakil Ketua I Yayasan Kebun Raya Indonesia, Alexander Sonny Keraf, mengatakan, pengembangan kebun raya harus menyasar dan menjamin keberlanjutan ekologinya. Pengembangan tersebut mencakup perawatan dan pemeliharaan tanaman-tanaman spesifik lokal sekaligus menjamin keberlanjutan ekonomi serta sosial dengan menjadikan kebun raya sebagai sarana pendidikan, tempat rekreasi, ecoteraphy, dan sarana sosial budaya lainnya.

“FGD ini juga dimaksudkan untuk membuka kesadaran publik tentang kondisi keanekaragaman hayati yang sebagian dalam keadaan kritis. Kita sangat kaya akan kekayaan keanekaragaman hayati yang harus diselamatkan, di antaranya melalui konservasi ex situ kebun raya,” kata Sonny.

Wakil Ketua I Yayasan Kebun Raya Indonesia, Alexander Sonny Keraf

Terkait pengembangan kebun raya, Peneliti Utama Bidang Botani Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya-LIPI, Joko Ridho Witono, menilai kebun raya yang ada di Indonesia masih kurang.

“LIPI mempun­­­yai mimpi membangun minimal 47 kebun raya di seluruh Indonesia yang didasarkan pada eco-region Indonesia (dari Sumatera sampai Papua). Kenyataannya, sampai Februari 2018 ini baru 37 Kebun Raya. Kalau bandingkan dengan keanekaragaman hayati Indonesia yang sangat kaya, jumlah itu minim sekali,” kata Joko.

Menurut Joko, kebun raya di Indonesia juga harus mengikuti arus perkembangan zaman dengan memanfaatkan teknologi. Hal ini tidak hanya membutuhkan kreatifitas namun juga perlu didukung dari sisi finansial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *