Headline News

YIA Batal Operasional Terbatas Akhir Bulan Ini

Kuat dugaan Yogyakarta International Airport atau Bandara Internasional Yogyakarta (YIA/ BIY) tidak memenuhi regulasi Peraturan Presiden (Perpres) nomor 98/ 2017 tentang Percepatan Pembangunan dan Pengoperasian Bandara Baru di Kabupaten Kulonprogo. Lantaran hingga akhir April 2019 dipastikan tidak ada penerbangan komersial. Padahal dalam pasal 8 perpres tersebut mengamanatkan PT Angkasa Pura (AP) I membangun bandara baru tersebut secara bertahap dan mengoperasikannya pada April 2019.

Kendati pihak pengelola YIA, PT AP I menyatakan sarana transportasi udara di Temon tersebut sudah siap beroperasional secara minimum baik untuk penerbangan internasional maupun domestik dengan segala ketersediaan fasilitas dan kelengkapan keamanan kebandarudaraan, tapi hingga saat ini sejumlah maskapai belum mendapat izin slot penerbangan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

Kondisi semakin menyulitkan manajemen PT AP I seiring tidak jadinya Presiden Ir Joko Widodo mendarat di YIA dengan pesawat kepresidenan pada 29 April 2019 seperti yang telah direncanakan sebelumnya. Padahal pendaratan pesawat kepresidenan semula akan dijadikan momentum penting sebagai ‘launching’ peresmian pengoperasian YIA untuk penerbangan domestik.

Menurut Coporate Secretary PT AP I, Handy Heryudhitiawan dalam konferensi pers di Lantai 2 Gedung Terminal YIA, Temon, Senin (29/4), sesungghnya AP I sudah berusaha maksimal agar YIA bisa dioperasikan pada akhir April 2019. Apalagi pada 26 April YIA sudah mengantongi Sertifikat Bandar Udara (SBU) dari Kemenhub. Artinya secara legal formal, YIA sudah boleh beroperasi minimum. Selain itu pihaknya juga sudah menyampaikan ke maskapai penerbangan baik internasional maupun domestik sudah bisa ‘take off – landing’ di landasan pacu YIA yang panjangnya mencapai 3.250 meter. Ironisnya rencana kunjungan Presiden Jokowi di bandara baru bertaraf internasional di kawasan pesisir selatan Kecamatan Temon tersebut ditunda.

“Dengan sudah dapat SBU artinya YIA sudah siap untuk operasional minimum. Toh juga sudah dikunjungi dua menteri. Sebenarnya ini hal yang bisa dijelaskan pada pemerintah dan kami akan jelaskan semuanya pada pemerintah,” tegas Handy Heryudhitiawan.

Pihaknya dalam mempersiapkan agar YIA  bisa operasional minimum sangat panjang hingga terbit SBU. Termasuk memastikan sisi keamanan dan keselamatan bandara, pesawat dan penumpang YIA. Kendati demikian pihak AP I tidak mungkin melaksanakan operasional secara tunggal tanpa ada keterlibatan stakeholder lainnya. Pengoperasionalan bandara merupakan satu kesatuan, tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Mutlak ada keterlibatan maskapai penerbangan, Pertamina, sektor ground handling hingga AirNav dan pihak-pihak lainnya.

“Demi terjaminnya keamanan AirNav sudah membuat desain prosedur agar operasional dua bandara, YIA – Adisucjipto yang berdekatan tetap aman. Hal tersebut proses panjang yang telah dilakukan AP I. Artinya kami tidak bisa bermain sendirian,” ujarnya

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close