2017, Trennya Solo Travelling
Suka bepergian sendiri? Awalnya mungkin banyak yang beranggapan kurang menarik jika bepergian seorang diri. Namun jangan salah, justru di tahun 2017 ini, akan semakin banyak orang yang melakukan perjalanan seorang diri, alias solo traveler.
Sebuah survei yang dilakukan oleh situs Book Yoga Retreats terhadap 300 traveler pada tahun 2016 menemukan bahwa tahun 2017 ini tren traveling akan berubah. Diperkirakan tahun ini akan lebih banyak traveler yang melakukan solo traveling alias bepergian sendiri.
Dari 300 traveler yang disurvei, 51 persen mengatakan mereka akan memilih pergi sendiri ketika waktu libur berikutnya
Kebanyakan traveler dari Jerman yang sangat menginginkan solo traveling, di mana 80 persen traveler Jerman mengatakan akan bepergian sendiri di tahun 2017. Menyusul kemudian 69 persen traveler dari Inggris, dan 67 persen traveler dari Kanada.
Tren solo traveling ini diprediksi juga akan mempengaruhi pilihan penggunaan jasa agen perjalanan. Hanya 6,25 persen traveler yang mengaku akan menggunakan jasa agen perjalanan saat melakukan solo traveling, sisanya lebih suka mengatur sendiri perjalanannya saat solo traveling.
Tentang apa yang dicari para traveler ini ketika bepergian sendirian juga bermacam-macam jawabannya. Sebanyak 29 persen traveler mengatakan ingin menjelajahi destinasi baru.
Selanjutnya 32,9 persen mengaku ingin mendapatkan keahlian baru saat bepergian sendiri, lebih dari 50 persen traveler mengatakan ingin mencoba kehidupan setempat dan berbaur dengan budaya sekitar.
Hanya 10 persen traveler yang mengatakan ingin bepergian untuk mengunjungi sanak saudara dan sahabat. Terakhir, hanya empat persen yang mengaku ingin mencoba dunia malam yang seru di tempat yang berbeda.
Penggunaan media sosial Instagram saat bepergian juga semakin meningkat. Sebanyak 80 persen responden mengatakan akan menggunakan media sosial ini saat bepergian, dengan 25 persen di antaranya rutin memeriksa Instagram tiap hari.
Sebaliknya walaupun aktif di media sosial, 75 persen traveler justru ingin terbebas sepenuhnya dari urusan kerja saat mereka bepergian. Media sosial digunakan hanya untuk keperluan liburan.