Headline NewsTourism

2018, Jakarta Akan Tambah Stasiun Pemantau Kualitas Udara

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengakui Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) yang ada saat ini masih belum maksimal dalam memantau kualitas udara kota, utamanya di lokasi-lokasi yang banyak sumber polusinya. Karena itu, pada tahun depan, akan ditambah SPKU agar pamantauan kualitas udara dapat dilakukan secara menyeluruh.

“Stasiun mobile itu untuk melengkapi SPKU yang dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta, baik SPKU mobile maupun SPKU fixed di Bundaran HI, Kelapa Gading, Jagakarsa, Lubang Buaya dan Kebon Jeruk,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Isnawa Adji di Jakarta, Rabu, 26 Desember 2017.

Isnawa menjelaskan Jakarta harus bebas dari polusi dan udara yang dihasilkan pun merupakan udara bersih yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Belum lagi pada tahun depan, Jakarta akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Asian Games 2018, maka udara yang dihasilkan harus udara yang sehat agar para atlet, official dan supporter dari negara lain dapat menikmatai udara Jakarta.

“Nantinya, stasiun-stasiun itu akan kami operasikan selama 24 jam, mulai dari jam 15.00 sore sampai jam 15.00 sore keesokan harinya. Dengan begitu, kualitas udara di Jakarta bisa terpantau setiap hari,” ujar  Isnawa.

Menurut Isnawa, Gubernur dan Wakil Gubernur nantinya akan mendapat laporan hasil pemantauan kualitas udara beserta seluruh indicator polusinya. Setelah dilaporan. hasil tersebut akan diposting di web agar memudahkan masyarakat untuk mengetahuinya.

“Apabila seluruh masyarakat mengetahui seperti apa kualitas udara di Kota Jakarta, maka diharapkan masyarakat juga bisa mengambil langkah atau tindakan untuk memperbaiki kualitas udara itu,” tutur Isnawa.

Isnawa mengatakan bahwa Jakarta perlu berkaca pada Tokyo, yang saat ini sudah memiliki 120 alat pemantau kualitas udara yang juga terintegrasi dengan manajemen transportasi.

“Di Tokyo, pusat pemantauan kualitas udara itu akan menginformasikan kepada otoritas terkait apabila ada lalu lintas atau keramaian yang perlu dipindahkan, terutama ketika kualitas udaranya memburuk. Hal ini yang juga ingin diwujudkan oleh Pemprov DKI Jakarta,” katanya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button