DestinationHeadline NewsTourismTransportation

Pembebasan Lahan Disepakati, Pembangunan Jalan Untuk Bandara Jabar Dipercepat

Bandara Udara Internasional Jawa Barat (BIJB)  akan memiliki akses jalan berupa jalan tol dan non tol. Pembangunan akses tersebut tidak lama lagi akan dimulai.  setelah adanya penandatanganan kesepakatan program pembebasan Tanah Tol dan Non-tol Akses BIJB di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar), Rabu, 27 Desember 2017.

Kesepakatan ini ditandatangani oleh tujuh pejabat yakni  Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher), Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo, Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto, dan Kepala Kejaksaan Tinggi Jabar Loeke Larasati. Serta Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jabar Sri Mujitono, Bupati Majalengka Sutrisno, dan Pimpinan Kantor Cabang Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) Tbk Herawati.

Gubernur Jabar Aher bersyukur telah ditandatanganinya program ini. Aher yakin pembangunan jalan tol dan non tol untuk BIJB tidak akan mengalami hambatan baik masalah hukum maupun kesalahpahaman,  setelah adanya kesepatan bersama ini. Kesepakatan tersebut merupakan legal dan memiliki kekuatan hokum dalam mengerjakan proyek aksesibilitas ini. Terlebih BIJB merupakan salah satu proyek strategis nasional.

“Karena itu, kami buat tim bareng-bareng. Tim eksekutif teknis untuk melaksanakan pembebasan lahan adalah BPN. Di saat yang sama, pemprov, kapolda, pemkab, kodam, dan Kejaksaan Tinggi berdiri bersama mem-back up. Menjadi supporting system bagi BPN yang melaksanakan pembebasan lahan,” tutur Aher.

Rencananya pembangunan jalan akan dimulai pada akhir tahun ini. Seiring berjalannya pembangunan, pemerintah kita tengah mengurus pembebasan pembebasan lahan yang mengambil jalur lurus di atas lahan milik Pemprov  Jawa Barat.  Bahkan pemebabasan lahan tersebut tidak lama lagi akan selesai, sehingga dapat mempercepat pembangunan jalan menuji BIJB.

Ia menuturkan lahan sepanjang 1,8 kilometer dengan lebar sekitar 60 meter atau seluas 40 hektare ini berada di atas lahan sebanyak 218 bidang.

“Fisik untuk non-tol`kan sudah mulai ya. Pembabaasan lahannya hanya ada di sepanjang 1,74 kilometer. Selesainya bisa lebih dulu non tol (dibandingkan Bandara),” kata dia.

Hal lainnya, kata dia, pemerintah provinsi juga sedang menyiapkan akses tol sepanjang 3,8 kilometer menuju bandara. Akses tol tersebut memiliki jalur dari Tol Cipali.

Pemprov Jabar menyuntik anggaran sekitar Rp90 miliar untuk pembebasan lahan yang dikucurkan dari APBD.

“Kalau (pembebasan lahan tol) akhir tahun harus selesai 2018 akhir dan pembangunannya baru bisa 2019,” kata dia.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jawa Barat Eddy Nasution menambahkan, BIJB merupakan infrastruktur strategis nasional untuk peningkatan pertumbuhan dan pemerataan pembangunan daerah.

Hal ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 Jo. Nomor 38 Tahun 2017 tentang percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional.

“Maksud dan tujuan penandatanganan kesepakatan bersama ini adalah untuk melaksanakan langkah-langkah strategis untuk mempercepat penyelesaian pembangunan BIJB agar dapat berfungsi sebagai bandara internasional pada 2018, antara lain melalui percepatan pembebasan tanah jalan tol dan non tol,” kata Eddy.

Dia berharap dengan adanya penandatanganan ini akselerasi untuk aksebiltas bandara bisa terselesaikan seiring beroperasinya pada pertengahan 2018 mendatang.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button