2018 Sulsel Menargetkan Ekspor Ikan Udang Capai 164.945 Ton
Sebagai salah satu provinsi yang letaknya di wilayah pesisir, tahun 2018 Sulsel menaikkan target ekspor di sektor perikanan.
Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Sulkaf S Latief di Makassar. Pihaknya menargetkan ekspor untuk perikanan mencapai USD 353,4 juta atau sebesar 164.945 ton. Nilai ini mengalami kenaikan dari target 2017 yang mencapai USD 342,9 juta.
Target tersebut mencakup seluruh produksi perikanan, seperti ikan terbang, tuna, cakalang, udang, dan rumput laut serta produk terbaru gurita.
Ia mengungkapkan, DKP Sulsel telah menyiapkan langkah-langkah dalam mencapai target tersebut, diantaranya melakukan pembinaan dalam meningkatkan kualitas produk, sehingga masuk dalam persyaratan ekspor.
Selain itu, memperbaiki sejumlah Tempat Pelelangan Ikan (TPI), dimana tahun ini akan ada beberapa yang diperbaiki dan ini memang menjadi kewenangannya.
“Tetap kita lakukan pembinaan, terutama penyampaian bagaimana kesiapan nelayan menangani hasil tangkapan di atas kapal secara tepat. Sarana pendaratan ikan dan penyediaan es yang cukup sebelum melaut,” kata Sulkaf.
“Perbaikian TPI ini dilakukan agar ketika Ikan sampai di TPI langsung diproses sesuai standar termasuk masalah cold stroge, sehingga ketika diekspor masih segar ikannya. Dengan perbaikannya tentu diharapkan komoditi unggulan yang akan diekspor semakin meningkat,” jelasnya.
Sulkaf mencontohkan, misalnya selama ini produksi perikanan mencapai sekira 60 ribu per ton, tapi yang hanya mampu diekspor mencapai 4-5 ribu ton saja. Inilah yang coba ditingkatkan.
Sulkaf menyebutkan, jika pihaknya mampu meningkatkan produksi ikan, namun diakuinya presentase kebutuhan juga dikuatkan.
“Jenis produksi ikan kita banyak, bahkan kita sangat berpotensi bisa penuhi (produksi) sesuai target, cuma saja ekspor itu kurang, jadi kalau soal peningkatan produksi bisa tapi harus jelas dulu kuota ekspornya,” ujar Sulkaf.
Melihat angka secara nasional, dari nilai ekspor seluruh Indonesia memang ada penurunan, tapi Sulsel naik.
“Bisa dilihat dari jumlah cold stroge yang digunakan semakin banyak. Artinya ini bergerak, beberapa produk akan tetap dijaga termasuk yang sementara diurus adalah rumput laut, yang pabriknya ada di Kabupaten Pinrang,” ujarnya.
Dari data yang ada jumlah ekspor perikanan sampai dengan Oktober 2017 mencapai 101.729,1 ton dengan nilai USD 277,7 juta, sedangkan targetnya, 157.119 ton dengan nilai USD 342,9 juta.
“Biasanya di November dan Desember ini naik, kami optimis nilai tersebut akan tercapai. Kalau dilihat capaian ini sudah lebih tinggi dari ekspor tahun lalu sebesar USD 244,7 juta,” sebut Sulkaf.
