400 Peserta Konvensi Peranakan Internasional ke-31 Akan Diajak Berwisata ke Rembang
Bulan ini, Indonesia akan kedatangan 400 orang dari berbagai negara. Mereka adalah peranakan Tionghoa dari penjuru dunia. Kedatangan mereka untuk menghadiri konvensi Peranakan Tionghoa Internasional ke 31 yang dipusatkan di Tangerang pada tanggal 24 November 2018 mendatang.
Selain konvensi, mereka juga akan diajak berwisata ke sejumlah destinasi di Indonesia, salah satunya Kabupaten Rembang. Di salah kabupaten di Jawa Tengah ini, para peranakan Tionghoa itu akan berwisata selama dua hari yakni mulai tanggal 25 hingga 26 November 2018.
Dipilihnya Rembang untuk berwisata, karena kota ini memiliki dijuluki sebagai Tiongkok Kecil, terutama daerah Lasem yang merupakan pecinannya Kabupaten Rembang. Saat ini ratusan kamar dari beberapa hotel di Lasem dan Rembang sudah terbooking.
Munculnya orang keturunan Tionghoa di Lasem tersebut tidak terlepas dari sejarah perdagangan orang Tionghoa di Indonesia yang menjadikan pesisir utara Jawa (termasuk Lasem) sebagai pintu awal masuknya perdagangan.
“Untuk Lasem dan Rembang ini kita tahu merupakan tempat pendaratan Tionghoa di abad 13, lebih tua dari yang datang ke Malaysia dan Singapura. Pakaian yang mereka kenakan kebaya dan batik, dimana batik Lasem terkenal batik tiga negeri dan di Lasem banyak bangunan tionghoa berusia ratusan tahun itu yang bisa kita jadikan ikon kota, sekaligus bisa kita klaim, ini lho pusat peranakan ada di sini,” kata Presiden Peranakan Tionghoa Warga Indonesia (PERTIWI) Udaya Halim saat memberikan paparan rencana kegiatan di ruang rapat Bupati Rembang beberapa waktu lalu.
Sementara itu Bupati Rembang Abdul Hafidz menyatakan akan mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya dengan kedatangan turis dari luar negeri dengan jumlah ratusan akan dapat mendongkrak pariwisata, ekonomi, sosial dan budaya Lasem khususnya dan Rembang umumnya.
“Kita siap mendukung, terutama segi keamanan, kita bikin semeriah mungkin. Kita angkat kerukunan, karena di Lasem ada Cina, Santri dan pribumi,” pungkasnya. Selain Rembang, para peranakan Tionghoa ini juga akan berwisata ke Yogyakarta dan Semarang.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengapresiasi setiap acara konvensi yang menghadirkan banyak delegasi dari luar negeri untuk datang ke Indonesia. Apresiasi ini disampaikan Deputi Asia Pasifik Kementerian Pariwisata Vincent Jemadu saat digelarnya Konvensi Internasional Marga Xiao ke-11 di Jakarta. Di Konvensi Internasional Marga Xiao itu, delegasi dari berbagai negara seperti China, Singapura, Malaysia dan Thailand yang datang ke Jakarta mencapai 1.000 orang lebih. Selain mengikuti Konvensi, para delegasi juga menikmati sejumlah destinasi wisata di Indonesia.
Vicent menyebut, kegiatan ini membantu pencapaian target jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sebesar 17 juta wisman tahun ini. “Kalau kita menyasari pasar-pasar seperti ini, ini tentunya akan sangat cepat mencapai target, mengapa karena mereka datang dengan MICE tourism , datangnya ribuan,” kata Vicent saat diwawancarai Tim Liputan El John News, beberapa waktu lalu.
Menurut Vicent, kegiatan ini, sangat efektif dalam mendatangkan wisman. Apalagi kegiatan konvensi yang jumlah anggotanya banyak dan tersebar di seluruh dunia.
“Saya sudah bicara dengan chairmannya, kedepan kita menghimbau juga untuk mendorong supaya lebih banyak lagi delegasi yang hadir dalam pertemuan-pertemuan seperti ini,” ungkap Vicent.