5 Destinasi Wisata Dunia yang Terancam Tenggelam

0
hot

Pemanasan global sudah mencairkan es di kutub utara dan kutub selatan, ini tentunya akan berakibat pada naiknya permukaan air laut setiap tahun. Akibat dari pemanasan global ini juga sudah banyak menenggelamkan pulau-pulau kecil di bumi.

Dan, yang sangat disayangkan, banyak juga objek wisata menarik di dunia yang juga terancam tenggelam akibat pemanasan global ini. Berikut 5 destinasi dunia yang wajib Anda kunjungi sebelum mereka tenggelam.

  1. The Great Barrier Reef

Great Barrier Reef terletak di lepas pantai timur laut Australia. Destinasi ini merupakan koloni terumbu karang terbesar di dunia. Tapi peningkatan suhu laut sudah menyebabkan pemutihan karang. Riset terbaru menyebutkan bahwa lebih dari 90 persen Great Barrier Reef mengalami pemutihan untuk beberapa derajat.

  1. Pegunungan Alpen

Akibat pemanasan global membuat es abadi dari atas gunung berubah menjadi aliran air sungai yang cukup deras.

  1. Lembah Rhone

Terletak di selatan Perancis, Rhone Valley adalah salah satu yang paling subur dengan tanaman anggurnya. Pengunjung bisa menghabiskan seminggu penuh mengemudi dari satu tempat ke tempat lain untuk mencicipi anggur. Namun setelah suhu global meningkat, banyak ahli yang memprediksi produksi anggur akan menurun dan pembuat anggur akan pindah lebih jauh ke utara menuju iklim dingin.

  1. Venice

Karena letaknya yang menjorok ke laut, tempat ini merupakan salah satu tempat romantic di dunia. Tapi sayangnya, akibat kenaikan permukaan air laut, kota ini diperkirakan tidak akan bertahan lama lagi. Namun walaupun begitu, pihak pemerintahnya mencoba mengakalinya dengan membuat pintu air yang membendung air laut masuk ke kota.

  1. Amazon

Hutan Amazon merupakan hutan hujan terbesar di bumi dan hutan sekitar 40 persen dari Amerika Selatan. Walaupun ukurannya besar, perubahan iklim sudah membuat Amazon menjadi terancam keberadaannya. Kekeringan ekstrem telah membuat jenis pohon di seluruh hutan tropis kering, sehingga hutan ini rentan terhadap kekeringan skala besar dan rentan kebakaran hutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *