62 Orang Terinfeksi Super Flu, Menkes Budi Minta Masyarakat Tidak Panik

0
175992490468e652a8552e38.36523884

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sedang diwawancarai sejumlah awak media (Foto: Kementerian Kesehatan)

El John News, Jakarta-Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik menyikapi munculnya kasus influenza A (H3N2) atau yang dikenal sebagai super flu di Indonesia. Menurutnya, karakter virus ini berbeda dengan Covid-19 yang sempat memicu pandemi global.

Budi menjelaskan bahwa influenza A (H3N2) memang memiliki tingkat penularan yang relatif cepat, namun tingkat keparahan dan angka kematiannya sangat rendah. Ia menegaskan bahwa virus tersebut merupakan jenis influenza musiman yang kerap muncul, terutama pada periode tertentu.

“Penularannya cepat, tetapi kematiannya sangat rendah. Ini bukan virus baru dan bukan seperti Covid-19. Biasanya influenza seperti ini memang sering terjadi,” ujar Budi saat ditemui di Jakarta Timur, Rabu (7/1/2025).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, saat ini tercatat sebanyak 62 orang terkonfirmasi terinfeksi influenza A (H3N2). Dari jumlah tersebut, seluruh pasien dilaporkan tidak mengalami gejala berat dan masih dalam kondisi terkendali.

Menkes menambahkan bahwa kasus super flu di Indonesia dapat ditangani dengan pengobatan medis yang umum tersedia di fasilitas kesehatan. Tidak diperlukan penanganan khusus seperti saat pandemi Covid-19.

“Laporan terakhir masih puluhan kasus dan tidak parah. Dengan pengobatan biasa, pasien bisa sembuh,”

Meski demikian, masyarakat tetap diminta untuk menjaga kesehatan dengan meningkatkan daya tahan tubuh melalui pola hidup bersih dan sehat, konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, serta rutin berolahraga. Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit penyerta.

Pemerintah, lanjut Budi, terus melakukan pemantauan dan surveilans terhadap penyakit menular untuk memastikan penyebaran virus tetap terkendali. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah daerah juga dilakukan guna mendeteksi kasus sejak dini dan mencegah potensi peningkatan kasus di masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *