706 Wisatawan Nikmati Panorama Alam Kepulauan Seribu Jelang Akhir Libur Panjang Waisak

0
20250513205421

Libur panjang Hari Raya Waisak yang berlangsung sejak akhir pekan lalu ditutup dengan lonjakan kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi unggulan di Indonesia. Salah satu yang menjadi magnet wisatawan adalah Kepulauan Seribu, yang kembali mencatat angka kunjungan signifikan pada hari terakhir libur, Selasa (13/5/2025).

Berdasarkan data resmi dari Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Kepulauan Seribu, tercatat 706 wisatawan baik domestik maupun mancanegara mengunjungi wilayah kepulauan tersebut hanya dalam satu hari. Arus kedatangan tersebar dari berbagai dermaga utama seperti Marina Ancol, Muara Angke, Tanjung Pasir, dan Cituis.

“Ratusan wisatawan datang ke wilayah Kepulauan Seribu dari beberapa pintu masuk. Marina Ancol mencatat 141 orang, Muara Angke 171 orang, Tanjung Pasir 316 orang, dan Cituis 78 orang,” jelas Kepala Sudin Parekraf Kepulauan Seribu, Sonti Pangaribuan.

Menurut Sonti, daya tarik Kepulauan Seribu bukan hanya terletak pada lokasinya yang relatif dekat dari Jakarta, tetapi juga pada keunikan yang ditawarkan setiap pulaunya. Panorama pantai yang eksotis, kehidupan bawah laut yang memukau, keberagaman flora-fauna, serta kuliner khas laut menjadi daya pikat tersendiri bagi para pelancong yang ingin sejenak melarikan diri dari hiruk-pikuk kota.

“Berlibur ke Kepulauan Seribu itu berbeda. Setiap sudut pulau punya pesona. Dari aktivitas snorkeling hingga menikmati sajian laut segar, semuanya bisa dilakukan di sini,” tambah Sonti.

Ia juga menekankan bahwa pulau-pulau berpenghuni seperti Pulau Tidung, Pulau Pramuka, dan Pulau Harapan masih menjadi destinasi favorit wisatawan, meski beberapa pulau tak berpenghuni juga mulai menarik minat karena aktivitas seperti diving dan penjelajahan alam.

Akses Mudah dan Pilihan Transportasi Beragam

Untuk menjangkau Kepulauan Seribu, para wisatawan bisa memilih jalur keberangkatan dari beberapa dermaga, dengan tarif dan fasilitas berbeda. Dermaga Kali Adem dan Marina Ancol menjadi dua jalur favorit.

Dari Kali Adem, pengunjung dapat menggunakan kapal kayu dengan tarif mulai dari Rp50.000 – Rp80.000, atau menggunakan kapal milik Dishub DKI Jakarta dengan harga Rp44.000 – Rp74.000.

Sedangkan dari Marina Ancol, pengunjung bisa menikmati kapal cepat dengan tarif Rp175.000 hingga Rp300.000.

Aksesibilitas yang beragam ini menjadi alasan mengapa Kepulauan Seribu terus menjadi destinasi favorit saat musim libur.

Pengamanan dan Pelayanan Ditingkatkan

Selama masa libur panjang ini, pihak Kecamatan Kepulauan Seribu Utara turut mengerahkan personel gabungan dari berbagai instansi guna menjaga ketertiban dan kenyamanan wisatawan. Camat Kepulauan Seribu Utara, Angga Saputra, menegaskan bahwa koordinasi dilakukan dengan baik antara Satpol PP, petugas PPSU, Sudin Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Gulkarmat, hingga TNI dan Polri.

“Personel kami hadir untuk membantu proses kedatangan dan kepulangan wisatawan, termasuk pengaturan antrian saat naik-turun kapal,” jelas Angga.

Ia juga menambahkan bahwa Kepulauan Seribu Utara memiliki banyak pulau kosong yang ideal untuk wisata minat khusus, seperti memancing, snorkeling, hingga mengunjungi penangkaran penyu.

“Momentum liburan seperti ini sangat penting. Kami ingin menciptakan pengalaman yang tak terlupakan, agar wisatawan tertarik untuk kembali berkunjung di masa mendatang,” ujarnya.

Dengan upaya promosi yang terus digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu, diharapkan kunjungan wisatawan terus meningkat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis pariwisata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *