Buka Inacraft 2019, Presiden Ajak Pengrajin Tingkatkan Kualitas Produk

0
menabuh-rebana-presiden-jokowi-buka-inacraft-2019-Ukldux8uCS

Didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini, Rabu (24/4/2019), membuka Pameran The 21st Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2019 di Balai Sidang Jakarta Convention Center. Pameran yang berlangsung hingga Minggu (28/4/2019) ini, mengangkat kesenian, kebudayaan, dan kerajinan unggulan Betawi. Hal tersebut sesuai dengan tema yang diusung yakni  “Jakarta Enjoyable Multicultural Diversities” mendampingi tema sentral “From Smart Village to Global Market”.

Presiden mengapresiasi  komitmen pihak penyelenggara yang tak pernah putus dalam menggelar pameran ini. Bahkan kinerja pameran ini, dinilai Presiden menunjukan peningkatan. Bukan hanya dari kinerja, produk yang dipamerkan kualitasnya juga semakin membaik.

“Memang itu yang kita inginkan agar produk-produk kerajinan Indonesia terus naik kelas, naik kapasitas produksi, naik kualitas, naik daya saing, dan naik pamornya, utamanya untuk kualitas ekspor,” kata Presiden saat membuka Inacraft 2019, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (24/4).

Presiden yakin jika produk-produk lokal terus ditingkatkan maka akan memiliki dayang saing yang kuat sehingga dapat mendongkrak pertumbuhan ekspor dan juga membantu memenuhi kebutuhan kerja masyarakat.

Saat ini, sudah terdapat 700.00 unit usaha yang masuk kategori UKM Kerajinan, yang menyerap hampir 1,3 juta tenaga kerja. Ekspornya juga terus meningkat, padahal itu baru 1,26 persen dari total pangsa pasar dunia.

“Masih sangat kecil sekali, dan masih bisa kita tingkatkan lebih besar lagi,” ujar Presiden.

Kalau pangsa pasar kita naik, lanjut Presiden, artinya akan makin banyak UKM kita berkembang dan makin banyak tenaga kerja yang bisa terangkut dari kegiatan dari kerajinan tangan kita ini.

Karena itu, Presiden mengingatkan agar para pengrajin  harus terus kreatif, inovatif dalam mendobrak pasar, penetrasi pasar internasional produk–produk kerajinan kita, mencari pasar-pasar non tradisional, meningkatkan kualitas produk, meningkatkan estetika dari produk produk kerajinan, kemudian brand-brand juga terus harus ditingkatkan karena pasar internasional sangat menyukai dengan brand.

Sementara itu, Wakil Ketua Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) Gusmardi Bustami mengatakan, panitia menargetkan transaksi retail di pameran ini bisa mencapai Rp149 miliar serta kontrak dagang sebesar USD13 juta.

“Perkembangan Inacraft sampai saat ini cukup baik . Berasal dari seluruh daerah di Indonesia. Transaksi meningkat 2018 Rp136 miliar. Tahun ini kita targetkan Rp141-Rp145 miliar. Ekspor USD13-14 juta. Jumlah pengunjung luar negeri yang terdaftar sampai saat ini 1.100 orang,” katanya.

Pameran kerajinan nasional berskala internasional yang akan dihadiri oleh sekitar 1.000 pembeli potensial dari sekitar 60 negara itu akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo

“Harapan kami selama penyelenggaraan pameran adalah pengunjung sebanyak 200 ribu orang selama lima hari penyelenggaraan,” kata Gustami.

Inacraft 2019 juga akan menghadirkan Paviliun Luar Negeri, yaitu dari Maroko. Maroko yang hadir sebagai Negara Kehormatan Inacraft 2019 itu didukung oleh Kementerian Pariwisata, Kerajinan, dan Sosial-Ekonomi dari Negeri Maghribi itu. Produk kerajinan dan keragaman budaya dari Maroko itu akan menempati sekitar 216 meter persegi di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), 24-28 April 2018.

Tampak hadir dalam kesempatan pembukaan Inacraft 2019 antara lain Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Triawan Munaf.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *