Bawa Banyak Wisman, Kapal Pesiar Coral Adventure Singgah di Pantai Tanjung Kalian Muntok
Pada Kamis sore (24/4/2019), Pantai Tanjung Kalian Muntok, Bangka Barat, kedatangan Kapal Pesiar Coral Adventure Cruise. Kapal berbendera Australia ini, membawa lebih dari 100 wisatawan mancanegara (wisman). Kapal ini, berlayar dari Singapura menuju Darwin, Australia
Kedatangan mereka disambut Tari Sambut dan Dambus dari Sanggar Panglima Angin serta Silat Satria Muda Indonesia. Bupati Bangka Barat, Markus, SH, bersama unsur Forkopimda dan segenap Kepala OPD di lingkungan Pemkab Bangka Barat juga ikut menyambut para wisman.
Penyambutan wisatawan cruise ini, sudah dipersiapkan secara matang, pasalnya kedatangan kapal mewah ini merupakan yang pertama ke Pantai Tanjung Kalian Muntok.
” Hari ini adalah hari istimewa bagi Muntok bahwa, untuk pertama kalinya kapal pesiar datang ke sini dan suatu kehormatan bagi kami untuk menerima anda semua di sini,” ucap Bupati Markus.
Sebuah panggung dirikan di bawah Mercu Suar Mercu Suar Tanjung Kalian, untuk menyapa para wisman. Di panggung itu, berbagai atraksi ditampilkan. Selain itu, ada beraneka ragam makanan khas Bangka Barat yang disuguhkan untuk para tamu kehormatan ini, seperti, otak – otak, empek – empek, kue penganan pelite, kopi dan sebagainya. Tak ketinggalan produk kerajinan tangan juga ditawarkan.
Kehadiran mereka juga menarik perhatian pengunjung Pantai Tanjung Kalian. Bahkan diantara para pengunjung tidak segan mengajak para bule ini untuk berselfie, terutama para remaja.
Bupati Markus juga ikut memberikan pelayanan kepada wisman yakni dengan menceritakan sekilas tentang kota Muntok yang merupakan ibu kota Pulau Bangka pada tahun 1907 dan sebagai kota yang banyak menyimpan kisah sejarah Indonesia bahkan dunia.
” Muntok adalah kota yang memiliki nilai spesial dalam sejarah Indonesia. Kota ini kaya akan jejak sejarah, tidak hanya sejarah penambangan timah tetapi juga kisah sejarah dunia, termasuk tragedi perang dunia kedua pada tahun 1942,” tuturnya dengan menggunakan bahasa Inggris.
Sejarah yang terjadi di Bangka Barat, hampir semua diceritakan Bupati Markus, termasuk keberadaan monumen peringatan 22 orang perawat Australia yang menjadi korban Perang Dunia II pada masa pendudukan Tentara Jepang tahun 1942 yang dibangun di dekat Mercu Suar ( Light House ) Pantai Tanjung Kalian.
” Ingatan tentang kekejaman perang itu kita harapkan tidak terulang kembali,” ujarnya.
Para wisman terlihat antusias mendengarkan perjalanan sejarah di Bangka Barat yang disampaikan Bupati Markus. Bahkan Bupati Markus, selalu menjawab dengan jelas setiap pertanyaan yang diajukan para wisman.
Bupati Markus berharap kunjungan ini bukan yang terakhir, namun menjadi pemicu bagi Kapal Pesiar lainnya untuk datang ke Bangka Barat, termasuk Kapal Pesiar Coral Adventurer Cruise.
” Saya harap anda dapat menikmati sajian budaya, makanan khas kami dalam waktu yang singkat ini, dan saya harap Anda akan kembali ke sini. Saya minta maaf jika kami sebagai penyelenggara memiliki banyak kekurangan dan terima kasih atas kedatangan anda,” sambung Markus.
Di kesempatan yang sama, Jimmy Andersen selaku Chairman Coral Expeditions menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten Bangka Barat dan unsur lainnya yang memberikan sambutan meriah. Penyambutan ini sangat berkesan bagi kru Kapal dan para wisman.
” Terima kasih banyak atas sambutan yang telah diberikan. Ini untuk pertama kalinya kami mengunjungi Bangka, dan kami harus kembali lagi kesini di masa depan. Kami berterima kasih untuk segalanya. Sekali lagi, terima kasih banyak, ” ucapnya.
Sebelum kembali ke kapal, mereka kembali disajikan Tarian Campak oleh Sanggar Panglima Angin. Dalam tarian ini, para penumpang yang sebagian besar sudah berusia lanjut ini pun ikut menari bersama para penari, termasuk Bupati dan segenap Kepala OPD Pemkab Bangka Barat.

