Melalui Pelatihan Wasit, PSMTI dan ASTIJAYA Bersinergi Perkuat Pelestarian Taijiquan di Indonesia

0
IMG_20260718_093248

Tamu undangan antusias mengikuti Pelatihan Wasit dan Juri Taolu 2026 (Foto: PSMTI)

El John News, Jakarta – Pelatihan Wasit dan Juri Taolu 2026 tidak hanya menjadi ajang peningkatan kompetensi bagi insan Taijiquan, tetapi juga memperkuat sinergi berbagai organisasi dalam menjaga kelestarian seni bela diri yang sarat nilai budaya tersebut. Komitmen itu ditunjukkan melalui dukungan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) dalam kegiatan yang diselenggarakan Asosiasi Taijiquan DKI Jakarta Raya (ASTIJAYA) di MGK Office Tower B, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (18/7/2026).

Ketua Umum PSMTI Wilianto Tanta hadir langsung bersama Ketua Dewan Penyantun PSMTI Pusat Abraham Rudy Hartono. Turut hadir Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) DKI Jakarta Diana Dewi, Ketua Umum ASTIJAYA Yap Tek Siang, Ketua Pembina ASTIJAYA Lie Xie Fie, serta jajaran pengurus ADITY DKI Jakarta dan Banten.

Foto bersama di sela-sela acara (Foto: PSMTI)

Dalam kesempatan tersebut, Wilianto Tanta memberikan apresiasi kepada ASTIJAYA yang dinilai konsisten mengembangkan Taijiquan sebagai olahraga sekaligus warisan budaya yang memiliki nilai luhur.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen ASTIJAYA dalam mengembangkan dan melestarikan Taijiquan. Ini bukan sekadar olahraga, melainkan warisan budaya yang sangat kaya akan nilai-nilai kesehatan, kedisiplinan, keharmonisan, serta persaudaraan,” ungkap Wilianto Tanta.

Ketua Umum PSMTI Wilianto memberikan kata sambutan (Foto: PSMTI)

Menurutnya, dukungan PSMTI terhadap kegiatan pelestarian budaya merupakan bagian dari tanggung jawab sosial organisasi agar nilai-nilai budaya tetap berkembang dan memberi manfaat bagi kesehatan fisik maupun mental masyarakat Indonesia.

Pandangan serupa disampaikan Ketua KORMI DKI Jakarta Diana Dewi. Ia menilai Taijiquan bukan hanya olahraga, melainkan seni yang mengajarkan keseimbangan antara pikiran dan tubuh, sekaligus membentuk karakter melalui kesabaran, konsentrasi, serta pengendalian diri.

“Mari kita jadikan pelatihan ini sebagai momentum meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, memperkuat jejaring, dan menjaga marwah Taijiquan Indonesia. Saya berharap akan lahir wasit dan juri yang menjadi teladan dalam menjunjung tinggi kejujuran, profesionalisme dan sportivitas,” tutur Diana.

Ketua KORMI DKI Jakarta Diana Dewi (Foto: PSMTI)

Sementara itu, Ketua Umum ASTIJAYA Yap Tek Siang menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PSMTI dan KORMI. Ia menilai kolaborasi antarlembaga menjadi modal penting dalam memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan Taijiquan di Indonesia.

“Kegiatan ini kami selenggarakan untuk meningkatkan kebersamaan dan silaturahmi yang erat antar-pengurus dan anggota,” jelas Yap Tek Siang.

Ketua Umum ASTIJAYA Yap Tek Siang (Foto: PSMTI)

Pelatihan yang dipimpin kepanitiaan di bawah Fonda Prawira Setiady dari Club Taijiquan Pinangsia tersebut berlangsung interaktif dan diharapkan mampu melahirkan wasit serta juri yang profesional. Melalui kolaborasi ASTIJAYA, KORMI, dan PSMTI, pengembangan Taijiquan di Indonesia diharapkan semakin maju sebagai olahraga masyarakat yang tetap menjaga nilai budaya dan sportivitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *