Observasi Kesiapan Angkutan Lebaran, Ombudsman Sebut Masih Ada Yang Perlu Dibenahi

0
IMG_20190523_160635

Ombudsman RI telah melakukan observasi terhadap kesiapan penyelenggaraan angkutan lebaran 2019. Hasil masih ada beberapa hal yang harus dibenahi sebelum arus mudik dimulai.

Hal yang perlu dibenahi itu seperti fasilitas armada. Fasilitas itu yakni tidak adanya sabuk pengaman untuk penumpang di bus AKAP. “Padahal ‘seat belt’ kursi penumpang wajib ada,” kata Anggota Ombudsman RI Alvin Lie dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Selain sabuk pengaman, menurut Alvin Lie ditemukan pintu darurat di bus AKAP yang tertutup kursi penumpang. Kondisi ini, akan menyulitkan penumpang keluar dari pintu darurat jika terjadi keadaan darurat.

Selain itu, pihaknya juga mendapati tidak semua bus AKAP memiliki palu darurat pemecah kaca dan pemadam api ringan.

Hal lain perlu dibenahi adalah jalan yang masih banyak ditemukan jalan berlubang dan tidak rata. Kondisi itu, terdapat di di Jalan Tol Cikampek arah Jakarta, antara lain di KM 42, 36, 32,14 serta beberapa rest area yang toiletnya masih berbayar meskipun sudah ada tulisan gratis.

Dari sisi terminal, Ombudsman mendapati Terminal Baranangsiang, Bogor kondisinya sangat kumuh.

“Kondisi Terminal Baranangsiang tidak layak,” ujar Alvin.

Sementara itu di Terminal Bus Terpadu Sentra Timur Pulo Gebang didapati banyak bangunan yang tidak berfungsi, serta penumpang yang telah memiliki tiket tetap harus membayar retribusi oleh pengelola sebesar Rp500 untuk bisa masuk ke ruang tunggu terminal.

“Mungkin mereka merasa seperti di bandara, di bandara kan ada Airport Tax,” seloroh Alvin.

Masih di Terminal Pulo Gebang, toilet khusus difabel tidak berfungsi dan layar monitor di ruang keberangkatan tidak difungsikan secara optimal.

“Monitor hanya menampilkan lajur bus, seharusnya menampilkan juga jadwal keberangkatan,” urainya.

Di Terminal Jatijajar Depok, sudah tersedia ruang istirahat pengemudi bus dan troli gratis untuk mengangkut barang penumpang. Hanya saja di terminal itu minim petugas, tidak ada daftar manifest penumpang dan lain sebagainya.

Di Stasiun Bandung, areanya cukup bersih hanya saja belum ada jalur yang ramah difabel disana.

Sementara di Stasiun Pasar Senen tampak sudah banyak menjalankan rekomendasi Ombudsman Tahun 2018 seperti sudah ada mesin penjualan tiket mandiri, perluasan area parkir motor, penambahan kursi di ruang tunggu dan lain-lain terkait fasilitas penumpang.

Hanya saja di Stasiun Pasar Senen, loket untuk menimbang bagasi penumpang hanya ada satu. Alvin memperkirakan di loket itu akan terjadi antrean panjang saat musim mudik nanti.

Lebih jauh di Bandara Halim Perdanakusuma, Ombudsman mendapati hal positif seperti perluasan ruang tunggu pesawat Batik Air, serta perluasan ruang pengambilan bagasi.

Hal yang perlu ditambah di Halim yakni tanda arah pintu keluar hanya ada satu yakni di ruang tunggu Batik Air. Tanda itu tidak terdapat di ruang tunggu Pesawat Citilink.

Sedangkan di kedua ruang tunggu tersebut tidak didapati denah evakuasi manakala terjadi keadaan darurat.

Adapun hal yang cukup mendapat perhatian Ombudsman yakni terkait kejelasan informasi pemberlakuan plat ganjil-genap bagi kendaraan yang akan masuk ke Pelabuhan Merak.

Menurut Alvin, informasi dari Dirut ASDP Pelabuhan Merak dibuka pukul 08.00-22.00 WIB setiap hari dan tidak ada pemberlakuan ganjil genap. Namun dia meminta hal itu kembali ditegaskan dan disosialisasikan kepada publik. (Sumber Antara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *