Kadin: Kebijakan Terukur dan Terstruktur Jadi Daya Tarik Investor
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani mengatakan aksi unjuk rasa memprotes hasil pemilu pada 21-22 Mei 2019 yang berujung ricuh tidak menjadi patokan bagi investor untuk meninggalkan Indonesia. Investor justru melihat apakah kebijakan yang diambil Pemerintah terukur dan terstruktur atau tidak.
“Kebijakan harus serba terukur dan terstruktur, tidak ada yang ‘grey area’ (wilayah abu-abu). Itu yang lebih diharapkan sebenarnya oleh para investor yang masuk ke Indonesia,” katanya dalam acara buka puasa bersama di Jakarta, Jumat(24/5/2019).
Rosan menyebut fundamental ekonomi Indonesia yang berada dalam kondisi baik, harus dijadikan peluang bagi Pemerintah untuk menarik lebih banyak lagi investor dengan kebijakan yang terukur dan terstruktur.
Kondisi itu disebutnya membuat Indonesia menjadi salah satu tujuan investasi yang masih menarik bagi para investor.
Indonesia tidak sendiri, banyak negara-negara lain yang ingin medongkrak jumlah sektor penaman modalnya. Reformasi kebijakan menjadi salah satu yang diterapkan negara lain agar dapat mengikat investor. Kondisi itu harus juga dilakukan Indonesia agar tidak kalah bersaing.
“Negara lain itu ‘keep reforming’, makanya kita juga harus ‘keep reforming’,” ujarnya.
Rosan pun menilai aksi massa pada 21-22 Mei lalu hanya berdampak sementara bagi bisnis dan ekonomi.
Ia juga mengatakan dunia usaha tidak merasa khawatir karena proses yang berlangsung saat ini telah sesuai dengan konstitusi.
Meski demikian, diakuinya permintaan pasar yang melambat juga menyebabkan ekonomi sedikit mengalami pelambatan.
“Kalau ‘demand’ sedang ‘flat’, pasti ekonomi juga agak datar,” katanya.