Indonesia Diprediksi Tampil Sebagai Pemimpin Pasar E-Commerce Pada Tahun 2025

0
images (1)

Indonesia diprediksi tampil sebagai pemimpin pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2025 mendatang. Hal itu dibuktikan adanya perkembangan signifikan yang diperlihatkan kalangan kelas menengah baik itu sebagai pelaku usahanya maupun konsumennya serta didukung perbaikan dan penambahan infrastruktur digital.

“Indonesia diprediksi menjadi pemimpin pasar e-commerce Asia Tenggara dengan prediksi share 52 persen pada 2025,” ujar Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro di Paris, seperti dikutip dari keterangan resmi, Jumat (24/5/2019).

Faktor lain yang menguatkan prediksi ini, menurut Bambang adalah keberhasilan Indonesia dalam menaikan peringkat yang dilaporkan Global Information Technology Report. Peringkat Indonesia melambung dari peringkat 76 pada tahun 2013 menjadi peringkat 63 dari 148 negara pada tahun 2015.

Peringkat yang cukup membanggakan ini, tak lantas Indonesia harus berpuas diri. Harus ada tekad untuk menumbuhkan teknologi informasi
dengan penyediaan infrastruktur yang mumpuni. 

“Indonesia membutuhkan usaha kolektif dari berbagai pihak, tak terbatas hanya pada pemerintah saja. Di era digital seperti saat ini, inklusif, efisiensi, dan inovasi sangat dibutuhkan agar teknologi informasi dan komunikasi Indonesia dapat terus meningkat kualitasnya,” ungkap Bambang. 

Bambang menekankan pemerintah terus meningkatkan pelayanan teknologi komunikasi dan informasi bagi pengguna internet di Indonesia yang mencapai 54,7 persen penduduk.

Data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), jangkuan palapa ring terua meluas dari 514, sudah 478 Kabulaten/Kota yang dijangkau. Selain itu, 1.086 base tranceiverstationssudah tersebar di area perbatasan dan tertinggal, 4.111 akses internet bagi sekolah, fasilitas kesehatan, dan kantor-kantor perkotaan, hingga penyediaan 150 Gbps high through put satelite. 

“Digitalisasi membantu Indonesia menerapkan kebijakan yang lebih tepat dan akurat dengan menggunakan data valid yang tersedia melalui one data Indonesia yang keseluruhan operasionalnya menggunakan teknologi informasi dan komunikasi,” jelas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *