Tiket Kereta Api Hingga H+10 Lebaran Habis Terjual

0
MUDIKK

Tingginya angka penjualan tiket kereta api dalam rangka arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri kali ini tak terbantahkan lagi, sebagai buktinya seluruh tiket kereta api sudah habis terjual 100%. PT Kereta Api Indonesia (KAI) awalnya sudah menyediakan 198.000 kursi untuk seluruh kota tujuan di pulau Jawa, bagi pemudik yang ingin bersilaturahmi ke sanak saudaranya saat hari Lebaran.

Senior Manager Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta, Bambang S. Prayitno menyatakan, pihaknya mengoperasikan 73 kereta api dengan total 37.948 kursi per hari sepanjang mudik tahun ini.

Seluruh tiket arus mudik dan arus balik (H-10 sampai H+10) sudah laku terjual jauh-jauh hari sebelum arus mudik dimulai. Dengan begitu, selama 22 hari puncak arus mudik dan balik, sebanyak 834 ribu tiket sudah terjual. Bambang menyebutkan, sebanyak 73 kereta itu terdiri atas reguler, tambahan, dan fluktuatif yang dioperasikan sewaktu-waktu pada puncak arus mudik dan balik.

“Sudah full, 100%. Kalau total keseluruhan itu Jawa 198.000 untuk reguler,” jelas VP Corporate Communication KAI, Agus Komarudin kepada wartawan, pada Selasa (5/7).

Ludesnya tiket kereta api di saat hari lebaran terdiri dari seluruh kota di Jawa dengan rangkaian kereta jarak jauh dan jarak pendek.

“Itu masuk jarak jauh dan jarak dekat. Kita baru dapat laporan menyeluruh,” tambah Agus.

Jumlah penjualan tiket kereta api pada musim mudik kali ini juga mengalami peningkatan hingga dibandingkan tahun lalu. Terjadi kenaikan penjualan tiket kereta api hingga 4% pada periode H-10 hingga H-2 lebaran tahun ini.

“Jadi ada kenaikan sekitar 4% dibandingkan lebaran tahun lalu,” kata Agus.

Dia menyebutkan, penjualan tiket kereta api arus balik lebaran sudah habis terjual 100%. Habisnya tiket kereta api untuk arus balik terjadi untuk ketersediaan tiket kereta api pada H+1 hingga H+10.

“Tiket untuk arus balik sampai H+10 sudah terjual habis,” ujar Agus.

Meski masih akan terjadi pembatalan dari penumpang, tingkat okupansi kereta api saat arus balik lebaran tidak akan berubah begitu signifikan.

“Tapi tidak tertutup kemungkinan adanya pembatalan, tapi begitu ada pembatalan langsung dijual kembali. Artinya sudah terjual tapi untuk realisasinya belum terlihat,” tutup Agus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *