DestinationHeadline NewsTourism

Kementerian Pariwisata Luncurkan Pesona Lebaran 2016

Lebaran sebentar lagi akan tiba, momentum ini dimanfaatkan Kementerian Pariwisata untuk digunakan dengan baik demi menikmati keindahan Indonesia. Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik hadirnya liburan hari raya Lebaran 2016 atau Idul Fitri 1437 Hijriah yang jatuh bersamaan dengan musim liburan sekolah Juni-Juli tahun ini.

Baginya, kesempatan ini baik untuk masyarakat agar dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk liburan bersama keluarga.

“Pesona Lebaran 2016 dapat dimanfaatkan sebagai liburan keluarga agar lebih berkualitas,” kata Menpar Arief Yahya dalam dialog dan silaturahmi dengan wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Pariwisata (Forwarpar) dalam acara buka puasa bersama di Hotel Novotel Gajahmada Jakarta.

Untuk memanfaatkan momentum liburan hari raya Lebaran 2016 menjadi liburan keluarga yang berkualitas, Kemenpar membuat panduan paket Pesona Lebaran 2016 di kota-kota yang tersebar di Jawa dan di luar Jawa-Bali. Masyarakat ketika berlibur ke destinasi dapat memanfaatkan secara maksimal dengan mengunjungi destinasi unggulan antara lain berupa; obyek sejarah, budaya, taman hiburan, maupun kuliner yang ada di daerah tersebut

Dia menjelaskan, dalam Pesona Lebaran 2016 ada 21 destinasi yang masing-masing memiliki 10 destinasi unggulan atau paling populer yang wajib dikunjungi. “Kalau kita mengunjungi suatu daerah, sebaiknya 1 sampai 10 titik sebagai Pesona Lebaran 2016 ini jangan sampai dilewatkan,” kata Arief.

Dicontohkan, kalau ingin Lebaran di Aceh ada 10 top destinasi yang wajib dikunjungi yaitu; Monumen Kilometer Nol RI Sabang, Pantai Iboih Sabang, Pantai Anoi Itam Sabang, Museum Tsunami Banda Aceh, Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, PLTD Apung Banda Aceh, Pantai Lampuuk Aceh Besar, Danau Laut Tawar Aceh Tengah, Pacu Kude Gayo, dan Komplek Kerajaan Samudera Pasai Aceh Utara.

Begitu pula kalau Lebaran di Surabaya, Jawa Timur jangan lewatkan mengunjungi 7 destinasi unggulan (antara lain House of Sampoerna, Kampung Arab Sunan Ampel, Jembatan Suramadu), mencicipi 7 kuliner (antara lain; rawon, rujak cingur, tahu campur), serta 7 simbol Kota Pahlawan di Surabaya (antara lain; tugu pahlawan, museum WR. Soepratman, Monumen Jalesveva Jayamahe).

Arief Yahya juga mengatakan, dalam mengembangkan destinasi wisata menggunakan rumus 3 A (Atraksi, Akses, dan Amenitas). Tiga A ini digunakan sebagai standar untuk mengukur seberapa besar kemajuan destinai wisata di masing-masing daerah. Atraksi berupa alam (nature), budaya (culture) dan buatan manusia (manmade); aksesibilitas berupa darat, laut dan udara; dan amenitas burapa prasarana umum, fasilitas umum, dan fasilitas pariwisata.

Sebagai contoh Aceh memiliki atraksi yang menarik dan punya banyak keunggulan, baik alam, bahari, maupun kuliner. “Tinggal akses dan amenitas yang harus terus didorong berkembang. Tetapi atraksi yang hebat, sudah menjadi modal yang kuat untuk memajukan pariwisata,” katanya.

Dia menjelaskan, Aceh tergolong aktif mempromosikan daerah wisata alam dan kulinernya. Aceh juga rajin menggelar banyak event yang memperkuat pamor daerah. “Kini Aceh bersama Lombok dan Sumatera Barat diposisikan sebagai halal destination dan halal tourism,” kata Arief Yahya.

Langkah yang dilakukan Aceh, menurut Arief Yahya, diharapkan dapat diikuti daerah lain agar destinasi unggulan mereka lebih dikenal dan banyak dikunjungi wisatawan, utama pada saat musim liburan hari raya (Lebaran, Imlek, Natal dan Tahun Baru) serta musim liburan sekolah yang mendorong pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) serta mendatangkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang tahun ini mentargetkan 12 juta wisman dan 260 juta pergerakan wisnus di Tanah Air.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button