Indonesia Menyambut Penyelenggaraan Festival Lembah Baliem

0
BALIEM

Festival Budaya Lembah Baliem merupakan festival tertua di Papua. Festival Lembah Baliem awalnya merupakan acara perang antarsuku Dani, Lani, dan Suku Yali sebagai lambang kesuburan dan kesejahteraan. Sebuah festival yang menjadi ajang adu kekuatan antarsuku dan telah berlangsung turun temurun namun tentunya aman untuk Anda nikmati.

Festival ini biasanya berlangsung selama tiga hari dan diselenggarakan setiap bulan Agustus bertepatan dengan bulan perayaan kemerdekaan Republik Indonesia. Awalnya perayaan ini pertama kali digelar tahun 1989, dan yang istimewanya adalah bahwa festival ini selalu dimulai dengan sebuah skenario pemicu perang.

Pada setiap perayaan Festival Lembah Baliem selalu menampilkan 4 kesenian dan kebudayaan. Keindahan alam negeri Papua selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan nusantara maupun mancanegara. Begitu pula dengan keunikan seni budaya yang selalu menjadi salah satu daerah tujuan wisata.

Setidaknya ada 4 kesenian dan kebudayaan yang akan menjadi sorotan utama dan ditampilkan pada perhelatan akbar ini, yaitu :

1. Perang Suku

Budaya masyarakat Lembah Baliem pada jaman dahulu adalah Perang Suku. Budaya ini merupakan implikasi terhadap keseimbangan ekosistem, pengembangan diri dalam kepemimpinan pada klen atau sukunya, serta membangkitkan gairah hidup penduduk Baliem.

2. Aksesoris Perhiasan Pada Tubuh

Hiasan serta assesoris yang digunakan para penduduk lokal juga menjadi salah satu hal yang ditunggu-tunggu wisatawan. Aksesoris merupakan simbol kehidupan sosial mereka dan juga sistem kepemimpinan yang ada di daerah Lembah Baliem.

Aksesoris tersebut dapat terlihat pada kepala, wajah, leher, dada, pinggang hingga ke paha dan kaki mereka.

3. Kesenian dan Tari-tarian

Suku-suku di Lembah Baliem secara umum hanya mengenal kesenian seperti perpaduan seni suara dan seni tarian tradisional yang mereka sebut etai. Etai sering dilagukan pada waktu berkebun atau membuat pagar kebun secara berkelompok.

Ada juga etai pada waktu perang, syair lagu pada etai tersebut mengandung kata sindiran untuk membangkitkan rasa dendam dan juga keberanian para penduduk setempat.

4. Alat Musik Tradisional

Alat musik yang akan ditampilkan pada Festival Budaya Lembah Baliem ini adalah alat musik gesek dan alat musik tiup. Diantaranya, Pikon dan Witawo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *