PM Inggris Keir Starmer Mengundurkan diri, Politik Inggris Masuki Babak Baru

0
ef136e8a-fa4b-4394-926a-713af4389c03

PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri (Foto: Instagram Keir Starmer)

El John News – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Perdana Menteri sekaligus pemimpin Partai Buruh pada Senin (22/6/2026). Keputusan tersebut disampaikan langsung dalam pidato resmi di depan Downing Street 10, London, yang disiarkan secara langsung oleh BBC.

Dalam pernyataannya, Starmer menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi negara dan partainya.

“Setiap keputusan yang saya ambil selalu didasarkan pada kepentingan negara yang saya cintai. Karena itulah saya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Buruh,” kata Starmer.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menyampaikan keputusan tersebut kepada Raja Charles III.

“Pagi ini, saya juga telah berbicara dengan Yang Mulia Raja untuk menyampaikan keputusan saya tersebut,” paparnya menambahkan.

Dalam sistem politik Inggris, jabatan Perdana Menteri dipegang oleh pemimpin partai yang memiliki mayoritas di parlemen. Dengan demikian, mundurnya Starmer dari kursi Ketua Partai Buruh secara otomatis mengakhiri masa jabatannya sebagai kepala pemerintahan Inggris.

Starmer menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil setelah muncul keraguan di internal partai mengenai kemampuannya memimpin Partai Buruh menghadapi pemilihan umum berikutnya.

“Partai saya kini mempertanyakan apakah saya masih merupakan sosok yang paling tepat untuk memimpin kami menghadapi pemilihan umum berikutnya. Saya telah mendengar jawaban dari rekan-rekan saya di Partai Buruh mengenai pertanyaan tersebut, dan saya menerima keputusan itu dengan lapang dada,” ujarnya.

Tekanan terhadap Starmer meningkat dalam beberapa pekan terakhir, terutama setelah kemenangan besar politikus Partai Buruh Andy Burnham dalam pemilihan daerah Makerfield. Hasil tersebut memicu spekulasi bahwa Burnham akan kembali ke parlemen nasional dan menjadi kandidat kuat penerus kepemimpinan partai.

Sejumlah media Inggris melaporkan bahwa Burnham diproyeksikan segera menduduki kursi di House of Commons, langkah yang dinilai dapat membuka jalannya menuju jabatan Perdana Menteri. Sesuai aturan Partai Buruh, pemimpin partai harus berasal dari kalangan anggota parlemen.

The Guardian melaporkan bahwa tekanan dari anggota parlemen Partai Buruh menjadi faktor utama yang mendorong pengunduran diri Starmer.

“Pemimpin yang sedang tertekan itu diperkirakan akan mengumumkan bahwa ia akan mengundurkan diri sebagai perdana menteri, setelah tekanan luar biasa dari anggota parlemen Partai Buruh untuk memberi jalan bagi Andy Burnham,” tulis media tersebut.

Burnham sendiri saat ini menjabat sebagai Wali Kota Greater Manchester sejak 2017. Dalam beberapa kesempatan, ia menyampaikan keinginannya untuk memimpin Partai Buruh di tengah menurunnya tingkat popularitas partai tersebut.

Apabila berhasil memenangkan kontestasi kepemimpinan tanpa menghadapi penantang kuat, Burnham berpeluang menjadi Perdana Menteri Inggris berikutnya mengingat Partai Buruh masih menguasai mayoritas kursi di parlemen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *