Jakarta Bersiap Hadapi Kemarau Panjang, Ini Langkah yang Disiapkan Pramono

0
siaranpers_pemprov_dki-20260622103156_kt4s1c_917

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarata Rano Karno memasuki area upacara HUT ke-499 Kota Jakarta di Monas (Humas Pemprov DKI Jakarta)

El John News, Jakarta-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai memperkuat berbagai langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau ekstrem yang diperkirakan dapat terjadi akibat fenomena El Nino. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan ketahanan kota terhadap dampak perubahan iklim yang semakin nyata.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026).

Menurut Pramono, perubahan iklim menjadi salah satu tantangan besar yang harus dihadapi Jakarta menjelang perayaan lima abad kota pada tahun depan. Ia mengingatkan bahwa fenomena El Nino berpotensi memicu musim kemarau berkepanjangan yang dapat berdampak pada berbagai sektor strategis.

“Jakarta juga tengah bersiap menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin nyata. Fenomena El Nino berpotensi memicu kemarau ekstrem yang berpengaruh terhadap ketahanan pangan, ketersediaan air bersih, dan aktivitas ekonomi masyarakat secara keseluruhan,” kata Pramono.

Untuk mengurangi risiko tersebut, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah program mitigasi dan adaptasi yang difokuskan pada penguatan daya tahan lingkungan serta ketersediaan sumber daya pendukung kehidupan masyarakat.

Berbagai langkah yang dilakukan antara lain penambahan ruang terbuka hijau, perluasan akses air bersih, pembangunan daerah resapan air, pengendalian banjir, hingga pengembangan urban farming. Program-program tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan Jakarta dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem dan perubahan iklim di masa mendatang.

“Menanggapi kondisi tersebut, penambahan ruang terbuka hijau, perluasan akses air bersih, pembangunan daerah resapan, pengendalian banjir, serta pengembangan urban farming dilakukan sebagai langkah mitigasi dan adaptasi,” ujarnya.

Selain fokus pada mitigasi kemarau ekstrem, Pemprov DKI Jakarta juga terus mendorong berbagai program yang mendukung keberlanjutan lingkungan. Upaya tersebut mencakup penguatan gerakan pengelolaan sampah, penambahan ruang hijau, serta berbagai kebijakan untuk menjaga kualitas lingkungan perkotaan.

Pramono menegaskan bahwa pembangunan Jakarta tidak hanya diarahkan pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada penciptaan kota yang berkelanjutan dan nyaman bagi masyarakat.

“Penguatan lingkungan juga menjadi perhatian untuk menjaga Jakarta tetap bersih, layak huni, dan berkelanjutan,” tuturnya.

Menurutnya, berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari persiapan Jakarta menyongsong usia 500 tahun pada 2027 mendatang. Pemerintah daerah berharap Jakarta mampu berkembang menjadi kota global yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi berbagai tantangan lingkungan di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *