Anies Sebut Jakarta Tetap Jadi Daya Tarik Wisatawan Meski Bukan Sebagai Ibu Kota

0
images (12)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yakin pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur (Kaltim) tidak akan menghambat pertumbuhan pariwisata di Jakarta. Menurut Anies, Jakarta tetap menjadi pintu masuk utama para wisatawan mancanegara (wisman) maupun  pebisnis.

Anies menegaskan Jakarta masih menjadi pusat bisnis yang banyak didatang dari negara lain yang notabenya juga sebagai wisman.

“Sektor pariwisata dan bisnis akan tetap jalan di Jakarta. Pemerintah pusat sudah menjadikan Jakarta sebagai pintu gerbang masuk ke Indonesia untuk kegiatan bisnis global. Jadi, pusatnya masih disini,” kata Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Justru Anies menyebut Jakarta akan menjadi kota yang banyak menyimpan sejarah pembangunan Indonesia. Kondisi ini, dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisman untuk datang ke Jakarta.

“Disini punya sejarah panjang terkait pembangunan Indonesia. Bekas kantor pemerintahan bisa dijadikan sebagai tempat-tempat sejarah,” ujar Anies Baswedan.

Menurut Mantan Mendikbud ini, pihaknya akan  menyiapkan proposal pembangunan untuk urban regenaration senilai RP 571 triliun. Hal itu merupakan tekad Pemprov untuk tetap memajukan Kota Jakarta meski tidak lagi menyandang status Ibu Kota.

Selain itu, juga akan disiapkan event internasional yang banyak menarik wisnus dan  wisman, diantaranya balapan Formula E yang rencananya akan dilangsungkan Juni 2020 mendatang.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta, Edi Junaedi mengatakan pihaknya tengah menyusun paket-paket wisata yang menarik di Jakarta untuk menyambut perhelatan Formula E di Jakarta tahun depan.

“Ada dong pastinya. Sekarang lagi kita susun paket wisata di Jakarta yang menarik minat wisatawan mancanegara dan nusantara yang datang saat Formula E tahun depan,” kata Edi.

Sayangnya, Edi Junaedi belum bisa memberitahukan paket-paket wisata tersebut karena masih dalam penyusunan dan belum dilaporkan ke Gubernur DKI.

“Nanti saja ya, saya kasih tahu. Kan lagi disusun. Terus kita laporkan dulu ke Gubernur,” ujar Edi Junaedi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *