Pemerintah Terus Dukung Tanggulangin Stunting dengan Konsumsi Ikan

0
DSC_5249 (1)

Selama dua hari tepatnya tanggal 29-30 Agustus 2019, Forikan Indonesia menggelar rapat koordinasi nasional dengan melibatkan Forikan daerah serta  mitra lainnya yaitu Direktur Promosi

Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Direktur Utama PT Aruna Jaya Nuswantara (ARUNA), Ketua Umum Wanita Persatuan Umat Islam (PUI), Ketua Umum Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (PERWATUSI), Ketua Umum Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) dan Ketua Ikatan Pemberdayaan Pedagang Kecil Indonesia (IPPKINDO). Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forikan untuk merumuskan program Forikan yang bersinergi dan memperkuat program KKP dalam rangka mendukung program nasional penanganan stunting dan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Sebagaimana diketahui , Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) selama tahun 2019 ini gencar melakukan kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) untuk mendukung program nasional penanganan stunting di Indonesia. Program Gemarikan mendapatkan dukungan dari segenap unsur lembaga/instansi pemerintah lintas sektoral, swasta, asosiasi perikanan, asosiasi profesi dan lain sebagainya Program Gemarikan mendapatkan dukungan dari segenap unsur lembaga/instansi pemerintah lintas sektoral, swasta, asosiasi perikanan, asosiasi profesi dan lain sebagainya yang salah satunya Forikan.  Dengan terbentuknya Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan) yang berperan sebagai inspirator, kreator, motivator, dan aktivator Gemarikan

Acara Rakornas di buka langsung oleh Sekjen KKP yang sekaligus merangkap Plt. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Nilanto Perbowo yang  diawali dengan menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Ditjen PDSPKP diwakili Direktur Pemasaran dan Dirut PT. Aruna Jaya Nusantara tentang Penguatan Mutu dan Standar Serta Peningkatan Akses Pasar Berbasis Platform Digital Bagi Pelaku Usaha Perikanan. Kemudian penandatanganan Perjanjian Kerjasama tentang Program Nasional Gemarikan antara Ditjen PDSPKP dengan Wanita Persatuan Umat Islam (PUI), Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi), Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi), dan Ikatan Pemberdayaan Pedagang Kecil Indonesia (Ippkindo).

Dalam sambutannya, Nilanto Perbowo memberikan apresiasi kepada Ketua Forikan Provinsi yang hadir langsung pada rakor Forikan kali ini yaitu:  Ketua Forikan dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jambi, Sulawesi Tenggara, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

“Baru Forikan tahun ini yang paling banyak dihadiri oleh Ketua Forikan Provinsi yang notaben ibu atau istri gubernur.  Melalui ibu Gubernur yang memiliki wawasan kewilayahan, Ibu atau istri Gubernur inilah yang bisa mengedukasi, mengadvokasi, mempengaruhi masyarakatnya untuk hidup sehat dengan memanfaatkan ikan sebagai salah satu sumber protein hewani yang paling sehat”, ujar Nilanto.

Adpun Ketua Forikan Nasional, dr. Djoko Maryono, menambahkan bahwa salah satu yang disasar untuk meningkatkan konsumsi ikan adalah kaum millennial dimana mereka mempunyai karakteristik yang sangat berbeda. “Untuk makanan kaum millenial konsepnya “ready to eat” dan untuk berita apapun harus lewat gagdet. Untuk menyeimbangkan pengaruh gadget ini kita harus kembali ke meja makan ibu. Meja makan ibu adalah pengarahan gizi , pengarahan psikologi dan edukasi untuk keluarga. Sehingga kemajuan bangsa ini kita mulai dari meja makan Ibu”, ungkap Djoko.

Djoko juga menyampaikan bahwa Forikan yang terbentuk sejak tahun 2006, dalam  perkembangannya telah terbentuk Forikan Daerah di 34 Provinsi dan 368 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Bahkan sampai saat ini keanggotaan Forikan sudah sampai ke lingkup kecamatan. Di kutip kkp.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *