Harga Bapok Naik di Awal Ramadan, Kemendagri Perintahkan TPID Turun Tangan
Pedagang sayur di pasar Petojo Ilir sedang menghitung laba (Foto: tim EL JOHN Media/Sigit)
El John News, Jakarta-Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir, meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bergerak cepat menyikapi kenaikan harga sejumlah bahan pokok pada pekan pertama Ramadan.
Instruksi tersebut disampaikan menyusul laporan lonjakan harga di berbagai daerah. Komoditas yang mengalami kenaikan antara lain cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, bawang putih, hingga daging sapi. Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian serius agar tidak membebani masyarakat selama bulan puasa.
Arahan ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Tomsi menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan di tingkat petani dan peternak, ketersediaan stok relatif aman dan harga masih terkendali. Namun, kenaikan justru terpantau di jalur distribusi, bahkan ditemukan harga yang melampaui ketentuan harga eceran tertinggi (HET).
Karena itu, ia menegaskan agar pemerintah daerah bersama TPID tidak ragu mengambil langkah tegas terhadap distributor yang menjual di atas batas yang telah ditetapkan.

“Kita punya harga eceran tertinggi, HET. Tegakkan hukum itu, ya. Tegakkan hukum itu dan saya minta turun setiap hari”
Tomsi Tohir (Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri)
Selain komoditas hortikultura dan protein hewani, kenaikan harga beras juga menjadi sorotan. Ia meminta Perum Bulog segera melakukan intervensi melalui penambahan pasokan di wilayah yang mengalami lonjakan harga.
Langkah tersebut dinilai krusial agar harga beras tetap stabil dan tidak menembus HET. Terlebih, pemerintah saat ini tengah mendorong program swasembada beras yang membutuhkan konsistensi dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga.
“Di situlah tanggung jawab kita sebagai aparatur pemerintah untuk menjaga marwah peraturan itu. Jangan terus berkata naik sedikit (melebihi HET). Tidak bisa,” katanya.
Ia menekankan, pengendalian harga bukan semata soal angka, tetapi juga menyangkut daya beli masyarakat. Upaya pengawasan dan intervensi pasar harus terus diperkuat agar stabilitas tetap terjaga hingga Hari Raya.
“Kalau kita bisa bertahan sampai akhir (dalam mengendalikan harga bahan pokok), maka Lebaran tahun ini merupakan Lebaran yang terbaik dari sisi harga,” tuturnya.
Dengan pengawasan yang lebih intensif dan penegakan aturan secara konsisten, pemerintah berharap gejolak harga di awal Ramadan tidak berlanjut hingga puncak kebutuhan menjelang Lebaran.
