ETAPE DUA TDS DIPREDIKSI PENUH KEJUTAN

0
IMG_20160807_095915

Payakumbuh – Kejuaraan balap sepeda internasional Tour de Singkarak (Tds) 2016 etape dua dari Limapuluh Kota menuju Tanah Datar, Minggu (7/8) diprediksi bakal penuh kejutan karena banyak pebalap baru potensial yang berpeluang menjadi juara.
Dietape dua ini, semua pebalap akan dihadapkan dengan lintasan variatif karena pada di rute sejauh 119,5 km ini akan dihadapkan dengan tiga titik King of Mountain (KOM) yaitu di Kelok 9, Pauh Tinggi dan Satangkai. Selain itu ada dua titik sprint yaitu di Payakumbuh dan Pasar Tanjung Baruak.
“Sekarang sulit prediksi. Semua pebalap memiliki peluang yang sama untuk menang. Seperti yang terjadi di etape pertama,” kata pebalap Terengganu Cycling Team Malaysia, Dadi Suryadi di Payakumbuh, Sabtu.
Menurut dia, etape kedua kondisinya hampir sama dengan etape pertama. Bisa dipastikan pebalang ada dalam rombongan besar dan dibeberapa titik baru akan melepaskan diri. Kerja sama tim sangat dibutuhkan untuk menjadi yang terbaik dalam setiap etape.
Ditanya peluang, pebalap kelahiran Sumedang Jawa Barat itu tidak mau gegabah. Dadi mengaku dirinya akan berusaha menjalankan strategi dari timnya. Apalagi tim asal Malaysia itu memiliki pebalap yang variatif baik dari sisip sprinter maupun climber.
“Saya ngalir aja. Jika ada peluang saya akan mengambilnya. Doakan saja,” kata pebalap yang akan memperkuat kontingen Jawa Barat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 itu.
Jika dilihat dari nama-nama pebalap yang turun di Tour de Singkarak 2016, pebalap yang berpeluang menjadi yang terbaik selain juara etape pertama yaitu Dylan Newberry dari Data #3 Cisco Team Australia juga ada pebalap Kenyan Riders, Samwel Mwangi.
Tidak hanya itu pebalap Indonesia lainnya yang juga berpeluang menyodok adalah Robin Manulang. Pebalap yang memperkuat Timnas Indonesia juga memiliki peluang, apalagi pada kejuaraan ini juga didukung pebalap yang punya pengalaman seperti Rastra Patria Dinawan.
Pebalap Pishgaman Cycling Team juga pantas diwaspadai. Meski tidak turun dengan formasi yang sama saat menjadi juara Tour de Singkarak 2015, tim asal Iran tetap mempunyai pebalap berbahaya. Sebut saja Amir Kolahdouz, Rahim Emami dan Reza Hosseini yang cukup mengenal lintasan balap di Sumatera Barat itu.
Khusus untuk Dylan Newberry, sebagai pemegang yellow jersey tanda pemimpin klasemen mengaku akan memberikan yang terbaik di etepa dua. Hanya saja, pebalap berusia 22 tahun ini enggan membocorkan strategi yang akan digunakan pada balapan yang akan finis di Istano Basa Pagaruyung itu.
“Saya akan berusaha terus didepan, namun untuk strategi belum bisa kami katanya. Nanti malam strategi baru akan disiapkan oleh tim,” kata Dylan saat dikonfirmasi usai menjadi pemenang etape pertama kejuaraan yang didukung penuh Kementerian Pariwisata itu.
Selain lintasan yang variatif, di etape kedua ini semua pebalap akan disuguhkan dengan lokasi wisata yang menjadi salah satu andalan di Sumatera Barat. Sebut saja tempat wisata alam Lembah Harau. Selain itu tanjakan eksotif Kelok 9 dan dipenutup ada Istano Basa Pagaruyung yang merupakan ikon Ranah Minang.
Jika ditelusuri ke belakang, setiap finis di Istano Basa Pagaruyung, semua pebalap dan tim pendukung kejuaraan yang masuk kalender UCI dengan kategori 2.2 ini akan dijamu dengan makan Bajamba atau makan bersama di Istana serta dihibur dengan seni khas Sumatera Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *