2 Selebriti Papan Atas Tiongkok Jadi Duta Pariwisata Indonesia
Dua selebriti papan atas asal Tiongkok, Shawn Zhang dan Christy Chung dinobatkan menjadi duta pariwisata Indonesia. Mereka pernah bermain film bersama artis beken lainnya seperti Jacky Chan, Jet Lee dan beberapa artis dunia lainnya.
Zhang dan Cristy diundang oleh Kementerian Pariwisata Indonesia untuk membuat film pendek di Indonesia. Film itu nantinya akan diputar di beberapa titik di kota Hong Kong.
“Kami mengundang 2 bintang film terkeal asal Tiongkok untuk melihat keindahan Indonesia. Di Indonesia mereka diajak ke beberapa destinasi wisata seperti Bali dan Pulau Komodo di Labuan Bajo, NTT,” kata Direktur Deputi Pemasaran Internasional Taufik Nurhidayat, pada Minggu (7/8).
Taufik yakin dengan menggandeng dua selebriti papan atas negeri Tirai Bambu tersebut akan mampu meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan Tiongkok ke Indonesia. Dengan demikian, target dua juta wisawatan tahun ini bisa terealisasi.
Selama berada di Pulau Bali dan Pulau Komodo, Shawn dan Christy membuat film pendek dan video musik yang berisi tentang keindahan alam Pulau Bali dan Pulau Komodo. Film pendek tersebut akan di-upload ke media sosial di Tiongkok. Untuk musik video akan diputar di Tiongkok. Dengan film pendek tersebut, Taufik berharap penggemar kedua artis papan atas tersebut akan tertarik mengunjungi Indonesia.
Menurut Taufik promosi seperti ini sangat efektif dan kelihatan dampaknya bagi kunjungan wisatawan asal Tiongkok ke Indonesia. Sebelumnya, Kementrian Pariwisata Indonesia juga pernah mengundang penulis dan biksu asal Tiongkok yang memiliki banyak pengikut.
“Promosi melalui publik figur sangat efektif karena mereka berhadapan langsung dengan publik. Kedua artis Tiongkok ini memiliki penggemar mencapai 25 juta orang di Tiongkok, belum termasuk pengikutnya di media sosial dan sebagainya. Kita yakin saja akan sangat berdampak bagi kunjungan wisatawan asal Tiongkok ke Indonesia,” katanya.
Taufik melanjutkan, Tiongkok memiliki perekonomian yang baik. Apalagi, jumlah penduduk yang berpotensi bepergian ke negara lain mencapai 20 juta orang per tahun.
