Kehadiran Grab di Indonesia Beri kontribusi Rp 10,1 Triliun, Terhadap Perekonomian Kota Bandung
Kehadiran Grab di Indonesia sangat berdampak besar yang sangat signifikan apalagi bagi perekonomian di daerah Indonesia khusus nya bandung, kali ini Grab tidak tangung-tangung Grab berkontribusi Rp 10,1 triliun pada 2018 terhadap perekonomian kota Bandung, Jawa Barat, melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan. Berdasarkan riset Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics, kontribusi ini melalui mitra GrabCar, GrabBike, mitra merchant GrabFood, dan agen GrabKios.
Di Indonesia, kontribusi ekonomi Grab mencapai Rp 48,9 triliun melalui pendapatan para mitranya. Angka ini merupakan bagian dari kontribusi Grab di Asia Tenggara sebesar Rp 81,5 triliun.
Sebuah Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics melaksanakan riset menghitung dampak kehadiran ekonomi digital bagi masyarakat, baik sebagai produsen maupun konsumen, dengan Grab sebagai studi kasus. Riset ini menyebutkan kontribusi Grab di Indonesia dan Asia Tenggara telah memberi kontribusi ekonomi dan sosial. Di Indonesia, kontribusi ekonomi Grab mencapai Rp 48,9 triliun melalui pendapatan para mitranya. Angka ini merupakan bagian dari kontribusi Grab di Asia Tenggara sebesar Rp 81,5 triliun.
Kontribusi terbesar dihasilkan oleh GrabBike dengan nilai Rp 4,59 triliun, kemudian GrabFood dengan nilai kontribusi sebesar Rp 3,76 triliun. GrabBike dan GrabCar juga berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja di Kota Bandung. Sebelum bermitra dengan Grab, 38% mitra GrabBike dan 39% mitra GrabCar tidak memiliki sumber penghasilan sama sekali.
Tri Sukma Anreianno, Head of Public Affairs, Grab Indonesia mengatakan Indonesia siap menjadi salah satu ekonomi terbesar di Asia, namun pada kenyataannya tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk ikut tumbuh.
“Grab ingin membangun sebuah platform yang inklusif, dan telah menjadi komitmen kami untuk menciptakan dampak positif dan berkelanjutan di setiap negara tempat kami beroperasi. Grab for Good,” kata dia dalam keterangannya, Kamis (24/10).
Lionel Priyadi, Peneliti Ekonomi Tenggara Strategics mengatakan melalui riset tersebut, orang bisa melihat bagaimana Grab memberikan peluang yang sama bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Dia menuturkan pertumbuhan ekonomi harus bisa dinikmati oleh seluruh orang.
“Pertumbuhan ekonomi ini harus bisa dinikmati oleh setiap orang dari berbagai kalangan di Indonesia, mulai dari bisnis-bisnis skala kecil hingga masyarakat umum,” tegasnya.
Melalui program ‘Grab for Good’ Grab pun ingin meningkatkan keterampilan dan menyediakan kesempatan kepada lebih banyak masyarakat Indonesia dalam menyambut masa depan ekonomi digital.