Guna Pikat Wisatawan, Wisata Alam dan Edukasi Kampung Blekok Akan Terus Berbenah

0
Kampung-Blekok

Wisata Kampung Blekok yang berlokasi di Dusun Pesisir, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo yang kini menjadi tempat wisata edukasi terus berbenah. Hal tersebut dilakukan guna memikat para Wisatawan.

Objek Wisata Kampung Blekok yang di deklarasikan pada tahun 2017, telah mendapatkan penghargaan sebagai wisata alam terbaik di Jawa Timur dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur,.

Wisata Kampung Blekok yang di gagas oleh masyarakat Pesisir Desa Klatakan dan Dinas Lingkungan Hidup ini, terus berkembang. Setiap pengunjung tak hanya mendapat kesenangan saat berwisata di Kampung Blekok, tapi para pengunjung mendapat ilmu pengetahuan mengenai burung blekok, burung air dan jenis-jenis pohon mangrove.

Saat berwisata di Kampung Blekok, para pengunjung dikenalkan dengan berbagai jenis burung air, burung blekok dan jenis mangrove serta disarankan untuk menanam pohon cinta kawasan Hutan Mangrove tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Situbondo, Kholil ST mengatakan, Kampung Blekok merupakan salah satu destinasi wisata alam berbasis konservasi yang ada di Dusun Pesisir, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo.

Pada tahun 2017, melalui Peraturan Bupati Situbondo tentang Konservasi Keanekaragaman Hayati, Tempat ini telah ditetapkan sebagai kawasan bakau yang dihuni oleh burung air jenis ardidae atau burung blekok oleh masyarakat sekitar.

Kholil menjelaskan, di bukanya kawasan wisata alam Hutan Mangrove Kampung Blekok ini, berdasarkan keinginkan masyarakat setempat. Karena masyarakat setempat terus menjaga dan melindungi alam tersebut, dengan cara melarang menembak burung blekok dan merusak tanaman mangrove.

“Mangrove adalah tempat bersarang burung air, ditambah lagi masyarakat Dusun Pesisir Desa Klatakan itu, membuat larangan menembak burung blekok dan larangan merusak atau menebang pohon mangrove,” jelasnya.

Dengan adanya wisata alam Kampung Blekok memberikan banyak manfaat dan perubahan prilaku masyarakat setempat mengenai pariwisata. Saat ini, pemikiran masyarakat setempat, terus berupaya memberikan yang terbaik bagi para pengunjung wisata alam Kampung Blekok.

“Selain itu, dampak bagi masyarakat sekitar adanya tambahan perekonomian. Saat memasuki kawasan Kampung Blekok, para pengunjung bisa mensaksikan rumah-rumah penduduk yang menjual souvenir dan makanan tradisional,” tuturnya.

Kholil menambahkan, para pengunjung yang datang di hari Senin hingga Jumat, disediakan edukasi bagi anak sekolah maupun umum tentang jenis-jenis burung air dan mangrove yang ada di sekitar kawasan Kampung Blekok. Sedangkan untuk hari Sabtu dan Minggu, pengunjung, disediakan paket wisata “Mangrove Cinta”. Paket wiasata Mangrove cinta ini, setiap pasangan muda-mudi atau keluarga untuk melakukan penanaman pohon mangrove dengan biaya Rp 10 ribu per-pohon. Dalam penanaman itu, di beri nama masing-masing pasangan, dan empat tahun lagi mereka yang telah menanam mangrove akan diundang untuk menyaksikan kembali pohon yang sudah mereka tanamnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *