Erick Thohir Akan Pangkas Klaster di BUMN dari 27 Jadi 14
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memangkas 13 klaster perusahaan milik negara yang dinilai tidak efisien. Dari 27 klaster nantinya akan dipangkas menjadi 14 klaster.
“Dari 27 kluster kita akan coba sesuai supply chain dan bisnis. Kita coba sampai 14 klaster efisiensi. Masing-masing Wakil Menteri (Wamen) akan memegang 7 hingga 8 klaster,” ujar Menteri Erick di Jakarta, Jumat (3/4).
Erick mengatakan, proses perampingan dilakukan dengan menyisir satu per satu perusahaan BUMN yang tidak memiliki kinerja dan dampak besar bagi negara. Tidak hanya perampingan klaster nantinya juga akan dilakukan efisiensi terhadap anak usaha perusahaan.
“Tentu kalau masing-masing perusahaan tergantung hasil diskusi review direksi dengan konsultan pendampingnya. Mana yang bisa diefisiensikan. Terutama saat kondisi pandemi Covid-19 ketahanan cash flow masing-masing perusahaan menjadi raja,” katanya.
Erick juga mengumumkan program restrukturisasi yang dilakukan tiga grup perusahaan BUMN yakni PT. Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk., PT. Pertamina dan PT. Garuda Indonesia Tbk.
Setelah tiga perusahaan ini, Erick mengungkapkan akan ada beberapa grup perusahaan lain yang akan dirasionalisasian, termasuk PT Pupuk Indonesia (Persero).
“Habis ini, terus terang kami akan pelajari Pupuk. Makanya kami dalam 1-2 minggu ini akan ada rapat khusus mengenai pupuk supaya bisa kami pastikan. Tapi pembicaraanya tidak bisa kami sampaikan hari ini karena ada pembicaraan antar Kementerian,” tuturnya.
Menurutnya, dalam persaingan yang kian ketat, ia berharap perusahaan BUMN harus memiliki arah dan kepastian yang jelas. Karena persaingan ini akan terus, nanti lebih banyak perusahaan yang efisien.
“Inilah kenapa harus efisien, kami tidak mau hanya bicara size tapi tidak sehat. Ini pertama kali perusahaan BUMN bisa mapping berapa total utang dan cashflow. Saya tidak bisa informasikan karena harus komunikasi dengan Kemenkeu,” ungkapnya.