Pemerintah Serukan “The New Normal’ untuk Hadapi COVID-19, Apa Itu?
Pemerintah melalui Juru Bicara Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto menyerukan agar masyarakat di Indonesia dapat lebih terbiasa dengan The New Normal. Apa itu?
The New Normal merupakan sebuah tatanan kehidupan normal yang baru sebagai langkah alternatif untuk menghadapi penyebaran virus corona (COVID-19), yang hingga kini masih merebak di Indonesia dan dunia.
“Mengubah budaya dasar kita, menuju budaya dasar baru atau kehidupan normal baru ini jadi lebih penting. Mari bersama-sama kita pahami ini,” kata Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB, Senin (18/5).
Yuri, sapaan akrabnya, juga menganggap masyarakat kini sudah banyak melakukan perubahan dalam melaksanakan pola hidup sehat. Hal itu, kata dia, lantaran masyarakat semakin memahami penyakit COVID-19 ini.
“Kebiasaan ini, mestinya harus bisa kita galakkan. Harus bisa jadi darah daging kita untuk menghadapi pandemi secara global ini,” ujarnya.
Oleh sebab itu, setiap individu diharapkan dapat mengambil sikap yang tepat sesuai anjuran pemerintah dan juga protokol kesehatan.
Kebiasaan itu seperti rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menggunakan masker saat terpaksa harus berpergian di luar rumah, menghindari kerumunan massa, dan juga menjaga jarak fisik saat berinteraksi dengan orang lain (physical distancing).
Salah satu alasan diperlukannya kebiasaan normal yang baru menurut Yuri adalah berkaitan dengan pernyataan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebut COVID-19 ini tidak akan bisa hilang dalam waktu singkat.
Karenanya, masyarakat harus memahami hal tersebut untuk tidak menyerah terhadap keadaan, namun mencoba untuk hidup berdampingan dengan situasi saat ini.
“Kita harus tetap produktif dan aman dari COVID-19, ini yang disebut normal yang baru,” pungkas Yuri.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga sempat menyinggung terkait dengan persiapan The New Normal selama masa pandemi COVID-19.
Menurutnya, masyarakat harus mencoba lebih terbiasa hidup berdampingan dengan COVID-19 selama vaksin virus itu belum ditemukan.
“Tapi, kehidupan yang berbeda itu bukanlah kehidupan yang penuh pesimisme atau ketakutan. Kita kembalikan produktivitas kita dengan optimisme karena kita tetap menerapkan berbagai mekanisme pencegahan,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, yang disiarkan akun Youtube Sekretariat Presiden, pada Jumat (15/5).