Presiden Siapkan Bansos Digital Berbasis AI, Dimulai Pada Oktober 2026

0
068425e7-c320-4346-9e26-5e4c0a5e2f40

Ilustrasi Perlinsos Berbasis AI Siap Meluncur, Warga Daftar Bansos dalam Hitungan Menit (Foto: Generated AI)

El John News, Jakarta-Pemerintah tengah menyiapkan transformasi besar dalam penyaluran bantuan sosial melalui Sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos) digital berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Program yang akan diluncurkan Presiden Prabowo Subianto ini dirancang untuk menggantikan sebagian besar proses manual yang selama ini digunakan dalam penyaluran berbagai bantuan sosial kepada masyarakat.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah telah memetakan berbagai persoalan yang selama ini muncul dalam pengelolaan data dan distribusi bantuan sosial. Melalui digitalisasi berbasis AI, pemerintah berharap penyaluran bantuan menjadi lebih cepat, akurat, transparan, dan tepat sasaran.

“Jadi, sekarang itu kami sudah paham anatomi masalah di digitalisasi berbasis AI dalam pemerintahan Republik Indonesia,” ujar Luhut dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (17/6).

Saat ini, pemerintah sedang menjalankan proyek percontohan di 42 kabupaten dan kota. Salah satu daerah yang telah mulai menerapkan sistem tersebut adalah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

“Tadi ada 42 kabupaten sebagai piloting dengan kemarin satu kabupaten di Banyuwangi yang sudah jalan,” kata Luhut.

Menurutnya, Presiden Prabowo dijadwalkan akan meninjau langsung implementasi proyek percontohan tersebut pada awal Juli 2026. Sejumlah daerah seperti Surabaya, Banyuwangi, dan Bali menjadi kandidat lokasi kunjungan Presiden.

“Schedule-nya tadi kami sudah sepakat, nanti kami usul pada presiden untuk 6, 7, 8, 9 Juli beliau melihat nanti di apakah Surabaya, Banyuwangi, atau Bali mana yang beliau pilih,” ujarnya.

Setelah tahap uji coba selesai dievaluasi, pemerintah menargetkan implementasi Perlinsos digital dapat diterapkan secara luas pada Oktober 2026. Program tersebut diharapkan menjangkau seluruh 541 kabupaten dan kota di Indonesia secara bertahap.

“Kami harap itu semua sudah bisa, mungkin 80-90 persen sambil jalan sehingga akhir tahun kita semua sudah jadi,” tambah Luhut.

Berbeda dengan aplikasi bantuan sosial pada umumnya, Perlinsos berfungsi sebagai portal layanan terpadu yang memungkinkan masyarakat mendaftar berbagai program bantuan sosial menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan sistem verifikasi wajah. Seluruh proses pendaftaran dirancang berlangsung dalam hitungan menit tanpa dipungut biaya.

Pemerintah meyakini digitalisasi ini akan meningkatkan akurasi data penerima bantuan sekaligus memangkas berbagai potensi penyimpangan dalam proses penyaluran. Selain itu, penggunaan sistem digital berbasis AI diperkirakan mampu memberikan efisiensi belanja negara hingga mencapai Rp260 triliun.

Di tengah persiapan peluncuran Perlinsos, sempat beredar informasi di media sosial mengenai bantuan sosial sebesar Rp5,4 juta yang disebut akan diterima setiap warga negara. Informasi tersebut muncul setelah pertemuan antara Presiden Prabowo dan Luhut di Istana Kepresidenan Jakarta pada awal Juni lalu.

Namun, Juru Bicara Luhut Binsar Pandjaitan, Jodi Mahardi, menegaskan bahwa angka Rp5,4 juta bukan merupakan bantuan tunai baru yang akan dibagikan kepada seluruh masyarakat. Nominal tersebut hanyalah ilustrasi perhitungan akumulasi maksimal dari berbagai program perlindungan sosial dan bantuan sosial yang sudah berjalan selama ini.

Melalui penerapan Perlinsos berbasis AI, pemerintah berharap sistem perlindungan sosial nasional menjadi lebih modern, terintegrasi, dan mampu menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan secara lebih efektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *